Pameran Tatah 2026 Angkat Narasi Budaya Ukir Jepara
- 31 Jan 2026 10:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jepara - Perhelatan Pameran Tatah 2026 secara resmi akan digelar di Museum Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada April 2026 mendatang. Pameran seni ukir berbasis sejarah dan riset ini akan mengangkat narasi budaya ukir di Jepara.
Pameran diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara bersama Pemerintah Kabupaten Jepara. Kegiatan ini juga dilaksanakan bekerja sama dengan Rumah Kartini.
Kurator Tatah 2026, Nano Warsono, menjelaskan, pameran ini sejak awal tidak dimaksudkan sebagai ajang pamer produk semata, tetapi juga menampilkan ukir sebagai karya budaya. “Tatah ini adalah satu alat, satu tools (alat) yang akan menghasilkan banyak karya seni dan menjadi budaya,” ujar Nano, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Kabupaten Jepara selama berabad-abad telah dikenal sebagai pusat seni ukir kayu di Indonesia. Namun, dibalik itu, Jepara juga menyimpan sejarah panjang terhadap pengetahuan, proses budaya, dan ekosistem keterampilan yang diwariskan secara lintas generasi.
Kesadaran inilah yang melatarbelakangi lahirnya Pameran Tatah 2026. Sejak awal, Tatah 2026 juga dirancang untuk membaca seni ukir Jepara tidak semata sebagai produk visual, melainkan sebagai praktik pengetahuan, proses budaya, dan ekosistem yang hidup.
Mengusung tema “Suluk – Sulur – Jepara”, Tatah 2026 menghadirkan kerangka kuratorial yang memandang seni ukir sebagai laku pengetahuan (Suluk), bahasa visual yang terus bertumbuh (Sulur), serta Jepara sebagai ruang sosial dan identitas budaya yang kompleks.
Sebelumnya, Tatah 2026 sempat direncanakan berlangsung di Galeri Nasional Indonesia. Namun, seiring pendalaman riset dan penguatan arah kuratorial, lokasi pameran dialihkan ke Museum Nasional Indonesia.
Perpindahan ini dilakukan agar pameran lebih selaras dengan karakter Tatah 2026. Pameran menitikberatkan pada sejarah, artefak, serta perjalanan panjang seni ukir Jepara dalam lintasan kebudayaan Indonesia.
Proses persiapan untuk gelaran Pameran Tatah 2026 pun sudah berlangsung dengan menapaki jejak ukir Jepara dalam perjalanan riset untuk pameran. Berbagai tokoh penting terlibat dalam pameran ini mulai dari kurator hingga periset.
Kurator Pameran Tatah 2026, yakni Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum. dan Nano Warsono, S.Sn, M.A. yang merupakan dosen ISI Yogyakarta. Kemudian, sosok seniman kriya dan seni batik Nurrohmad, S.Sn.
Sementara, tim riset Tatah 2026 terdiri dari M. Afif. Isyarobbi, S.Sn., Dr. Arif Akhyat, M.A., dan Dr. Akhmad Nizam, M.Sn. Selain itu, ada Daniel Frits Maurits Tangkilisan, M.A. dan Susi Ernawati, S.Pd..
Menurut Nano, seni ukir Jepara harus dibaca sebagai bagian dari kebudayaan yang lahir dari proses panjang dan narasi kultural, bukan sekadar hasil akhir. “Suluk sebagai laku pengetahuan, Sulur sebagai produk budaya visual, dan Jepara sebagai identitas kota, identitas masyarakat, sekaligus ruang sosialnya,” ucapnya.
Kurator Tatah 2026 lainnya, Dr. Suwarno Wisetrotomo, menegaskan, pameran ini memberi perhatian besar pada proses pengkaryaan yang panjang, bukan hanya pada hasil karya. “Seni ukir Jepara tidak lahir dari sikap tergesa-gesa. Ia dilakoni dengan laku, passion (minat) dan kesungguhan jiwa,” katanya.
Suwarno menambahkan, kualitas karya dalam Tatah 2026 berangkat dari kesinambungan antara keterampilan, filosofi motif, material, serta pengalaman panjang para pengukir Jepara. “Karya yang lahir dari proses panjang dan material yang punya sejarah panjang, itulah yang ingin kami hadirkan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....