Menkop UKM Resmikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Sokoduwet

  • 13 Des 2025 17:51 WIB
  •  Semarang

KBRN, Pekalongan: Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono mulai membangun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Sokoduwet, Kota Pekalongan, Sabtu (13/12/2025). Peletakan baru pertama KKMP didampingi Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) setempat.

Ferry Juliantono menuturkan, pemerintah menargetkan sebanyak 82.000 koperasi di seluruh Indonesia. Pembentukan koperasi ini merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto sejak Maret 2025.

“Pemerintah saat ini tengah mengebut pembangunan Koperasi Merah Putih di semua daerah. Pendekatan yang digunakan mengombinasikan kebijakan dari pusat dengan partisipasi masyarakat dari bawah agar nilai kebersamaan, gotong royong, dan prinsip koperasi tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Ferry, hingga saat ini, tercatat sekitar 82.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah resmi berbadan hukum melalui musyawarah khusus. Terdapat sekitar 35.000 titik lahan di seluruh Indonesia yang siap digunakan untuk pembangunan fisik koperasi Merah Putih.

Kelurahan Sokoduwet menjadi salah satu dari 27 kelurahan yang akan memiliki KKMP. Pembangunan fisik di Pekalongan ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat bulan.

“Kami menargetkan pembangunan fisik koperasi Merah Putih dapat rampung pada April. Paling lambat tahun depan, sehingga seluruh koperasi siap beroperasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," kata Ferry.

Koperasi Merah Putih di Kota Pekalongan dirancang sebagai koperasi serba usaha. Kegiatannya mencakup gerai sembako, gudang logistik, apotek, klinik, lembaga keuangan mikro, hingga sarana transportasi, serta wadah bagi pengembangan UMKM lokal.

Senada, Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis ini. Koperasi dapat menjadi solusi penguatan ekonomi lokal di tengah tantangan perlambatan usaha.

“Intinya koordinasi dan kolaborasi. Kalau semua program strategis nasional berjalan, koperasi Merah Putih berjalan, dampaknya pasti terasa bagi pertumbuhan ekonomi Kota Pekalongan,” ungkap Afzan.

Aaf menambahkan, Kemenkop juga mempercepat pelatihan bagi pengurus dan pengawas, serta menyempurnakan sistem digitalisasi manajemen. Hal itu bertujuan untuk memitigasi risiko pengawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....