Popda Jepara 2025 Catat Rekor Peserta Terbanyak

  • 11 Nov 2025 12:54 WIB
  •  Semarang

KBRN, Jepara: Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda ) Kabupaten Jepara 2025 resmi dibuka di Lapangan Woodball Pantai Bandengan, Selasa (11/11/2025). Gelaran tahun ini mencatat sejarah baru dengan jumlah pendaftar terbanyak sepanjang pelaksanaan Popda di Jepara.

Jumlah peserta mencapai 11.740 atlet yang mendaftar secara daring melalui Google Form. Dari jumlah tersebut, 8.238 atlet dinyatakan memenuhi syarat untuk bertanding.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dinpora) Jepara, Ratib Zaini, menyampaikan, Popda tahun ini mengusung tema “Berprestasi dan Berdaya Saing.” Kegiatan berlangsung selama 11–17 November 2025.

Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan. “Rinciannya, jenjang SD/MI diikuti 2.054 atlet, SMP/MTs sebanyak 3.206 atlet, dan SMA/MA sebanyak 2.978 atlet,” ungkap Ratib.

Sebanyak 20 cabang olahraga dipertandingkan, mulai dari sepak bola, senam, basket, woodball, hingga catur. Ajang ini digelar di berbagai venue utama seperti Stadion Kamal Junaidi, kawasan sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), hingga Gedung Wanita.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengapresiasi antusiasme luar biasa dari para peserta Popda 2025. “Ini menunjukkan bahwa olahraga di Jepara memiliki Fondasi yang kuat dan kokoh, tinggal bagaimana kita terus mendorong dan mendukung agar para atlet bisa berprestasi,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pelatih dalam membentuk karakter atlet bermental juara. “Selain fisik dan teknik, mentalitas dan integritas harus selalu dipupuk agar bisa berprestasi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Woodball Indonesia (IWbA) Kabupaten Jepara, Jati Puji Atmoko mengatakan, Popda merupakan ajang strategis untuk melahirkan atlet woodball unggulan. Sejauh ini, atlet asal Jepara mampu menorehkan prestasi membanggakan cabor woodball dalam berbagai ajang kejuaraan.

"Regenerasi atlet bisa terus berjalan lewat ajang seperti Popda ini. Atlet yang sudah berprestasi internasional dilarang ikut Popda agar proses seleksi dan regenerasi atlet bisa berjalan maksimal," ucap Momok, panggilan akrabnya. (*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....