Beri Inspirasi,Mendikdasmen Ceritakan Perjalanan Pendidikan Berkat Beasiswa

  • 07 Jul 2026 09:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang : RRI.CO.ID. Rembang –Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membagikan kisah perjalanan pendidikannya yang tidak lepas dari dukungan beasiswa. Cerita itu disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional dan Anniversary Forum Anak Beasiswa (FABs) ke-IX Tahun 2026 bertema Digital Citizenship di Pendopo Museum RA Kartini, Rembang, Sabtu 4 Juli 2026

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti mengungkapkan, sejak masih bersekolah hingga menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri, dirinya selalu memperoleh bantuan beasiswa.

"Ketika sekolah alhamdulillah sering tidak bayar karena ranking satu. Ketika kuliah S1 saya termasuk penerima Beasiswa Supersemar, beasiswa dari Pak Harto," ujarnya.

Menteri kelahiran Kabupaten Kudus itu mengenang bahwa pada masa Orde Baru kesempatan memperoleh beasiswa sangat terbatas. Saat itu, Beasiswa Supersemar menjadi satu-satunya program beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa.

"Waktu itu satu-satunya beasiswa yang ada Beasiswa Supersemar saja. Sering kalau kami di kampus diplesetkan penerima Super Bagong. Jumlahnya tidak banyak," katanya.

Ia menjelaskan, saat kuliah di IAIN Walisongo Semarang hanya terdapat 21 mahasiswa dari tujuh cabang kampus yang menerima Beasiswa Supersemar. Salah satu syaratnya adalah memiliki indeks prestasi (IP) minimal 3, yang pada masa itu tergolong sulit dicapai.

"Saya ingat waktu kuliah di IAIN Walisongo, penerimanya hanya 21 mahasiswa saja. Yang IP-nya minimal 3. Waktu itu cari IP 3 susahnya luar biasa, berbeda dengan sekarang," ungkapnya.

Menurut Abdul Mu'ti, budaya akademik saat itu membuat mahasiswa sangat sulit memperoleh nilai tinggi. Bahkan, terdapat guyonan di kalangan dosen mengenai pemberian nilai.

"Karena ada ungkapan di kalangan dosen, nilai A itu untuk malaikat, nilai B untuk dosen, mahasiswa itu C saja. Jadi kalau punya IP di atas 3 sudah termasuk kelompok yang khas, karena jarang sekali yang punya IP 3," tuturnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Abdul Mu'ti kembali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi magister di Flinders University, Australia. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa beasiswa dapat membuka jalan bagi siapa saja untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Ia berharap kisahnya dapat memotivasi para pelajar dan anggota Forum Anak Beasiswa (FABs) agar terus berprestasi dan memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang kini tersedia.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam menyediakan akses beasiswa memiliki peran penting, terutama bagi anak-anak dari desa, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam menggapai cita-cita melalui pendidikan. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....