IPHI Jateng Ajak Masyarakat Bijak dan Tabayun Sikapi Hoaks Dana Haji

  • 22 Mei 2026 12:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Maraknya informasi palsu atau hoaks terkait pengelolaan dana haji di media sosial dinilai dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola dana haji. Oleh karena itu, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Tengah meminta masyarakat lebih bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Aktivis dakwah sekaligus pengurus IPHI Jawa Tengah, AM Jumai, mengatakan, penyebaran informasi yang tidak benar secara terus-menerus dapat memunculkan kebingungan. Bahkan, rasa percaya masyarakat terhadap pengelolaan dana haji juga bisa hilang.

“Ketika ada informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan dan disebarkan secara bertubi-tubi, maka akan timbul nir-kepercayaan dari masyarakat. Warga bisa menjadi bingung, curiga, bahkan antipati,” kata AM Jumai dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Semarang, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurutnya, keterbukaan informasi dan transparansi pengelolaan dana haji menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik. Pengelola dana haji diharapkan aktif memberikan penjelasan dan menyampaikan progres pengelolaan secara terbuka kepada masyarakat.

AM Jumai juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi media sosial agar masyarakat lebih cermat dalam memilah informasi. Terutama, hal yang berkaitan dengan isu-isu sensitif keagamaan.

Selain itu, IPHI disebut memiliki peran strategis sebagai wadah edukasi dan penyejuk di tengah masyarakat. Organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga suasana yang kondusif.

“Peran IPHI sangat penting untuk memberikan pencerahan. Kami terus mengajak umat untuk melakukan tabayun atau klarifikasi terlebih dahulu sebelum memercayai, apalagi ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Ia menambahkan, kekompakan dan kerukunan internal IPHI juga perlu terus dijaga untuk mendukung upaya menjaga kemabruran haji dan mempererat persaudaraan antarumat. Di akhir wawancara, AM Jumai mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu liar yang beredar di media sosial.

“Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Mari kita percayakan pengelolaan ini kepada lembaga yang berwenang sambil tetap melakukan pengawasan melalui informasi yang akurat. Pastikan selalu mengecek sumber resmi dan mari kita giatkan kembali literasi media sosial,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....