Kisah Inspiratif Jemaah Haji Magelang, dari Loper Koran hingga Remaja 13 Tahun

  • 01 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Haji
  • Loper koran Naik haji
  • Haji termuda

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Dua kisah berbeda mewarnai keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Magelang tahun ini. Dari seorang loper koran yang menabung puluhan tahun hingga remaja berusia 13 tahun, keduanya menunjukkan semangat kuat untuk menunaikan ibadah haji.

Warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Handi (62), sehari-hari bekerja sebagai loper koran dan majalah di lingkungan Kantor Pemkot Magelang. Ia berhasil mewujudkan impiannya berhaji setelah menyisihkan penghasilan sejak puluhan tahun lalu.

“Saya terinspiriasi untuk naik haji, karena mbah saya dan kedua orangtua saya yang dulu juga sudah berhaji. Maka, atas rahmat Allah pada tahun ini saya diperkenankan menjadi tamu ke Baitullah di Mekah,” kata Handi, Kamis, 30 April 2026.

Handi mengaku telah menekuni profesi sebagai loper koran sejak tahun 1990-an. Sejak saat itu, ia rutin menyisihkan Rp25.000 per hari untuk ditabung sebagai bekal berhaji.

“Sejak awal menjadi loper di tahun 1990-an hingga tahun 2015 lalu, saya menyisihkan Rp25.000 per harinya untuk ditabung guna persiapan naik haji. Saya mendaftar sebagai calon jemaah haji pada tahun 2012,” katanya.

Selama menjalankan ibadah haji bersama istrinya, Sri Puji Hariati, Handi akan sementara meninggalkan pekerjaannya. Namun, ia memastikan akan kembali menekuni profesi tersebut setelah pulang dari Tanah Suci.

Selain Handi, kisah inspiratif juga datang dari jemaah termuda, Kyra Talita Sakhi. Remaja asal Desa Kaponan, Kecamatan Pakis itu akan berangkat haji di usia 13 tahun 7 bulan.

Kyra berangkat bersama ibundanya, Dian Rahmawati, menggantikan ayahnya Eko Setyawan yang telah meninggal dunia pada 2021. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara fisik dan rohani sejak jauh hari.

“Untuk persiapan fisik, setiap hari saya melaksanakan jalan cepat di halaman rumah. Sekitar 10 hingga putaran,” ujarnya.

Ia juga mempersiapkan diri dengan menghafal doa-doa dan memahami tata cara ibadah haji. Kyra mengaku senang dapat menunaikan ibadah haji di usia muda, sekaligus mengisi waktu setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar.

Dari total 1.424 calon jemaah haji asal Kabupaten Magelang tahun ini, kisah Handi dan Kyra menjadi gambaran bahwa ibadah haji dapat diraih oleh siapa saja. Asalkan dengan tekad, kesabaran, dan usaha yang kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....