Mempertahankan Kemabruran Jauh Lebih Sulit daripada Meraihnya

  • 24 Apr 2026 08:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Sekretaris MUI Jawa Tengah, K.H. Multazam Ahmad, menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah pascapulang dari Tanah Suci bagi para jemaah haji. "Menjaga atau mempertahankan kemabruran itu jauh lebih sulit daripada memperolehnya," ujar Multazam dalam Mutiara Pagi Pro1 RRI Semarang. (24/04/2026)

Ia menjelaskan bahwa indikator haji mabrur terlihat dari peningkatan ketaatan dan kualitas amal ibadah jemaah setelah kembali ke tanah air. "Ciri haji mabrur itu di antaranya adalah ketaatan yang bertambah serta amaliahnya yang juga semakin meningkat," jelasnya.

Multazam menyoroti fenomena perubahan spiritual yang drastis ketika jemaah berada di Makkah dan Madinah, namun sering kali luntur setibanya di rumah. "Kesalehan spiritual sangat nampak saat di Tanah Suci, namun tantangan sebenarnya adalah menjaga perubahan total itu setelah pulang ke negara masing-masing," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau para jemaah untuk terus menjauhi sikap berbantah-bantahan atau jidal yang telah dilarang selama pelaksanaan ibadah haji. "Alangkah indahnya jika jemaah mampu mempertahankan sikap saling menolong dan tidak saling berbantah-bantahan seperti saat di sana," tambah Multazam.

Menurutnya, jemaah harus menghindari fenomena "Haji Tomat" atau kondisi di mana seseorang bertobat di Tanah Suci namun kembali bermaksiat setelah pulang. "Ada istilah Haji Tomat, di sana tobat tapi di sini kumat, hal tersebut jangan sampai terjadi karena menjaga kemabruran itu sangat penting," tegasnya.

Multazam juga mengingatkan bahwa kesempatan berhaji saat ini sangat berharga mengingat biaya yang mahal dan masa antrean yang sangat panjang. "Mengingat antrean yang panjang dan biaya yang tidak murah, momentum keberangkatan tahun ini harus benar-benar disyukuri dengan menjaga kualitas ibadah," tuturnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh jemaah untuk terus merenungi tanggung jawab moral sebagai penyandang gelar haji di tengah masyarakat. "Kita perlu terus berdialog dan mengevaluasi apa saja yang harus dilakukan untuk mempertahankan kemabruran haji ini secara berkelanjutan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....