Skema Baru, Jemaah Haji Jateng 2026 Bakal Diberangkatkan dari Solo dan Yogyakarta

  • 07 Apr 2026 09:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Jawa Tengah menghadirkan skema baru dalam sistem pemberangkatan jemaah. Selain melalui Embarkasi Solo, sebagian jemaah kini diberangkatkan melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) guna meningkatkan kualitas layanan.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, mengatakan perubahan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kepadatan di Embarkasi Solo yang selama ini menjadi titik utama pemberangkatan. “Di samping memberikan kenyamanan kepada jemaah, juga untuk mengurangi kepadatan penerbangan di Solo,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 6 April 2026.

Pada tahun ini, Jawa Tengah mendapatkan kuota sebanyak 34.122 jemaah haji. Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 kloter diberangkatkan dari Solo, sementara 26 kloter lainnya diberangkatkan dari YIA dengan jemaah asal DIY dan Karesidenan Kedu.

Fitriyanto menjelaskan, jemaah haji mulai masuk asrama pada 21 April 2026, dengan kloter pertama berasal dari Kabupaten Tegal. Selanjutnya, pemberangkatan perdana dijadwalkan pada 22 April 2026 dini hari dari Embarkasi Solo.

“Kloter pertama masuk asrama tanggal 21 April 2026 dan akan berangkat tanggal 22 April 2026. Hampir seluruh embarkasi di Indonesia juga mulai pada tanggal tersebut,” katanya.

Untuk skema di YIA, pemberangkatan diatur lebih terbatas dengan satu kloter per hari guna menjaga kualitas pelayanan. “Karena masih pertama dan hanya 26 kloter, diusahakan nanti sehari itu satu kloter yang berangkat dari Jogja,” ujarnya.

Terkait fasilitas, keberangkatan dari YIA menggunakan konsep embarkasi berbasis hotel karena belum tersedia asrama haji permanen di wilayah tersebut. Dua hotel di sekitar bandara disiapkan untuk mendukung layanan jemaah sebelum keberangkatan.

“Untuk yang Jogja, karena belum ada embarkasi, saat ini memakai dua hotel yang ada di dekat bandara untuk embarkasinya. SOP layanan juga disesuaikan dengan kondisi tersebut,” ungkapnya.

Meski menggunakan skema berbeda, Fitriyanto memastikan seluruh layanan tetap mengacu pada standar pelayanan haji. Ia berharap inovasi ini dapat meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam penyelenggaraan haji di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....