Pemerintah Pastikan Masakan Nusantara Temani Jemaah Haji 2026
- 30 Des 2025 15:43 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Pemerintah memastikan hidangan Nusantara akan hadir menemani jemaah haji Indonesia pada 2026. Kebijakan ini menjadi kabar gembira bagi calon jemaah haji Indonesia yang merindukan masakan Tanah Air saat beribadah di Tanah Suci.
Nantinya, pemerintah akan memanfaatkan produk Ready to Eat (RTE) dan bumbu pasta asli Indonesia. Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah dengan importir Arab Saudi, Minggu (28/12/2025).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menekankan kepedulian pemerintah agar jemaah bisa merasakan hidangan familiar di Makkah dan Madinah. Pertemuan menjadi ajang koordinasi penting untuk kesiapan penggunaan produk makanan Indonesia.
“Ini bukan sekadar soal makanan, tapi tentang menghadirkan rasa akrab yang menenangkan hati jemaah. Makanan dengan cita rasa yang familiar akan membantu jemaah lebih fokus dan khusyuk beribadah,” ujarnya melalui keterangan pers.
Menurut Jaenal, layanan konsumsi penting bagi kenyamanan jemaah. Selera makan yang terpenuhi membuat ibadah lebih khusyuk dan tenang.
UMKM dan produsen pangan Indonesia juga akan terlibat dalam penyediaan RTE dan bumbu Nusantara. Pemerintah memastikan rantai pasok tertib dari produksi hingga dapur haji.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid menegaskan, dalam pelaksanaan kebijakan, dapur katering harus benar-benar menggunakan produk Indonesia. “Dengan skema harga dan pembayaran yang jelas agar layanan kepada jemaah berjalan optimal,” ujarnyaa.
Sebagai persiapan, pemerintah menyiapkan 52 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah. Seluruh dapur wajib menggunakan produk Indonesia, mulai dari makanan siap saji, bahan segar, hingga bumbu pasta khas Nusantara, sesuai dengan kontrak penyelenggaraan haji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....