Puncak Haji Usai, Menag Ungkap Terobosan Haji 2025

  • 11 Jun 2025 19:05 WIB
  •  Semarang

KBRN, Makkah: Puncak penyelenggaraan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina(Armuzna) secara umum berjalan dengan baik. Menteri Agama(Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi terobosan dalam penyelenggaraan haji 2025.

Dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu(11/6/2025), Menag menjelaskan, setidaknya ada empat terobosan yang telah dilakukan pada operasional haji tahun ini. Pertama, yakni penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah dan DPR dan sesuai arahan Presiden Prabowo.

“BPIH tahun ini turun. Dari rerata BPIH 2024 sebesar Rp93,4juta menjadi rerata BPIH sebesar Rp89,4 juta,” katanya saat konferensi pers di Makkah, Selasa (10/6/2025).

Terobosan kedua yakni tentang pencegahan praktik monopoli dengan skema penyediaan layanan haji yang melibatkan 8 Syarikah. Hal ini menurutnya menjadi pondasi awal dalam penyesuaian dengan transformasi penyelenggaraan ibadah haji yang sedang berlangsung di Saudi.

“Ada beberapa catatan evaluasi dalam pelaksanaannya. Itu akan sangat berguna bagi perbaikan di masa mendatang,” ujar Menag.

Terobosan ketiga, yaitu pembayaran dam melalui Adahi dan Baznas. Untuk pertama kalinya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menetapkan dua jalur pelaksanaan dam/hadyu.

Jalur pertama, penyembelihan dam/hadyu di Tanah Suci dilakukan melalui Program Adahi yang dikelola Al-Haiah Al-Malakiah Makkah wal Masyair al Muqoddasah. Sementara, untuk jalur kedua, penyembelihan Dam/Hadyu dilakukan di Tanah Air melalui Baznas.

“Bagi jemaah yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penyembelihan hewan dam di Indonesia, pelaksanaan dapat dilakukan melalui BAZNAS. Sampai hari ini, terkumpul ada Rp21.290.432.707, untuk 8.451 dam,” kata Menag.

Terobosan terakhir adalah penguatan ekosistem ekonomi haji dalam bentuk ekspor bumbu nusantara. Menurutnya, tahun ini ekspor bumbu nusantara meningkat tajam hingga 475 ton.

“Tahun 2023, ekspor bumbu nusantara sebanyak 16 ton. Tahun 2024, ekspor bumbu nusantara sekitar 70 ton,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....