Wukuf di Arafah Sebagai Puncak Spiritualitas
- 05 Jun 2025 16:10 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Pada tanggal 9 Dzulhijah, seluruh jemaah haji di tanah suci sedang melaksanakan wukuf di padang Arafah sebagai inti ibadah haji. Wukuf di Arafah adalah momen penting dalam ibadah haji, di mana jamaah haji berkumpul di padang Arafah untuk berdoa, bermunajat, memohon ampunan kepada Allah SWT, dan melakukan refleksi.
Dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis(5/6/2025), Kepala Pusbangkom Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Kemenag, Syafi'l mengatakan, secara etimologi, wukuf berarti berhenti, berdiam diri. Cara paling tepat untuk melakukan refleksi tentu dalam posisi berdiam diri agar konsentrasi tidak buyar.
Ia menyampaikan, di Arafah, lautan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul dalam balutan lembar dan warna pakaian ihram yang sama. Tidak ada lagi simbol kelas dan strata sosial yang didemonstrasikan.
“Semua sama dan setara. Ditambah dengan atmosfir spiritual yang kuat serta totalitas berserah diri, situasi seperti ini sangat cocok untuk membangun ruang bagi proses berpikir mendalam,” ungkapnya.
Ada sebuah ungkapan yang sangat terkenal di kalangan sufi, "siapa yang mengenali dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya." "من عرف نفسه فقد عرف ربه" . Maka, tepat sekali, tempat wukuf dinamakan Arafah yang berasal dari kata "arafa" yang berarti "mengenal" atau "mengetahui".
“Arafah menjadi tempat yang tepat seseorang untuk mengenal jati dirinya. Melalui refleksi yang disertai dengan doa dan pengharapan, agar dia mampu mengenal Tuhannya dengan baik,” ucapnya. (Septi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....