Puasa Arafah Mampu Menjadi Penyuci Jiwa

  • 04 Jun 2025 12:24 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Puasa Arafah sebagai rangkaian puasa sunnah Dzulhijah menjadi sarana taubat total, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan transformasi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Puasa Arafah sendiri dilakukan pada Hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijah.

Dikutip dari akun Youtube Amalanku, Selasa(3/6/2025), Ustad Adi Hidayat, Lc, MA, menjelaskan, puasa Arafah tidak hanya sekedar menahan lapar, haus dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Akan tetapi, ibadah puasa khusus ini diatur dengan ketentuan tertentu, syarat tertentu, waktu tertentu.

“Saat wukuf di Padang Arafah, yang seharusnya kita lakukan yaitu merenung, kontemplasi, memperbaiki diri (muhasabah). Tulis semua kekurangan diri kita, kesalahan kita, tanyakan kepada pasangan kita sampai benar-benar kita mengetahui diri kita,” ucapnya.

Puasa pada Hari Arafah memiliki keutamaan besar, di antaranya adalah pengampunan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Untuk memastikan puasa kita diterima, kita perlu menjaga niat yang ikhlas dengan memperbanyak doa, dan menjauhi perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasa.

Selain berpuasa, ada beberapa amalan sunah lainnya yang juga bisa dilakukan pada Hari Arafah. Di antaranya memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan ampunan dan keberkahan. (Septi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....