Lempar Jumrah, Simbol Penolakan pada Nafsu dan Keburukan
- 03 Jun 2025 12:09 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Ibadah haji sarat sarat dengan berbagai ritual yang menjadimemiliki banyak filosofi spiritual mendalam. Salah satu ritual atau rangkaian ibadah haji yang cukup menarik diketahui adalah melempar atau melontar Jumrah.
Jumrah merupakan rangkaian dari ibadah haji dengan kegiatan berupa melempar kerikil atau batu kecil pada tiga tiang yang disebut Jumrah. Hal ini merupakan lambang atau perwujuan symbol penolakan terhadap godaan syaitan.
Tiga jenis tiang atau jumrah yang dilempar yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Ketiga jumrah ini berada di Mina serta memiliki urutan dan Lokasi yang berbeda tempat.
Jumrah Ula menjadi jumrah yang paling jauh dari Makkah dan merupakan jumrah yang dilontar pertama. Dengan melempar pada jumrah ini menandai dimulainya penolakan terhadap bisikan kejahatan.
Berikutnya adalah jumrah wustha, yang merupakan jumrah urutan kedua yang berada di Tengah antara jumrah Ula dan jumrah Aqabah. Melempar pada jumrah wustha menjadi perlambang perjuangan berkesinambungan dalam melawan hawa nafsu.
Terakhir adalah Jumrah Aqabah yang merupakan jumrah yang paling dekat dengan Makkah. Jumrah Aqabah merupakan symbol kemenangan atas godaan syaitan sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim alaihissalam.
Melempar Jumrah pada kesimpulannya bukan hanya sebuah ritual fisik semata, namun penuh dengan makna dan symbol spiritual. Melalui rangkaian ibadah haji ini, mengajarkan pada umat Islam untuk tegas menolak segala bentuk keburukan dalam hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....