Kiswah, Kain Penutup Ka'bah yang Sarat Makna
- 23 Mei 2025 11:40 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Setiap orang yang menjalani ibadah haji atau umrah akan merasa takjub ketika berada di masjidil haram dan melihat Ka’bah. Ka’bah menjadi salah satu bangunan ikonik di tengah masjidil haram dengan penutup kain hitam bersama kiswah.
Kiswah merupakan kain hitam penutup ka’bah yang dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an berwarna emas dan perak. Kain kiswah Kiswah Ka'bah adalah kain hitam penutup Ka'bah yang dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an berwarna emas dan perak. Kain ini menjadi simbol kehormatan dan kemuliaan bagi bangunan suci umat Islam.
Setiap tahun, kiswah diganti pada tanggal 9 Dzulhijjah saat jamaah haji berwukuf di Arafah. Prosesi penggantian ini dilakukan oleh petugas khusus dari Kerajaan Arab Saudi.
Kiswah Ka’bah terbuat dari kain sutera berkualitas tinggi yang diproses dan dijahit secara manual oleh para perajin terlatih. Proses pembuatan kiswah berlangsung di pabrik khusus di Mekkah yang dinamakan “Kiswa Factory.”
Tulisan atau kaligrafi pada kiswah dibuat dengan sulaman benang emas dan perak yang membentuk ayat-ayat Al-Qur’an serta lafadz “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.” Bagian atau detail paling menonjol dari kiswah adalah hizam, yaitu sabuk kain bertuliskan ayat-ayat succi Al-Qur’an yang melingkari bagian atas Ka’bah.
Kiswah tak hanya berfungsi sebagai penutup, namun juga merupakan penghormatan kepada rumah Allah. Selain itu, kiswah juga mencerminkan seni Islam dan nilai spiritual yang mendalam.
Setelah diganti yang baru, kain kiswah lama dipotong-potong dan dibagikan kepada tokoh-tokoh Islam atau dijadikan cinderamata resmi. Kiswah tetap menjadi lambang kesucian dan persatuan umat Islam dari seluruh dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....