Jemaah Belum Terima Nusuk Diminta Lapor Ketua Kloter
- 22 Mei 2025 16:04 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jemaah haji yang belum menerima kartu Nusuk agar melapor ke ketua kelompok terbang(kloter). Kepala Daerah Kerja(Daker) Makkah Ali Machzumi, mengatakan, laporan akan didata dan disampaikan ke Daker Makkah, lalu dikoordinasikan ke Syarikah.
"Laporkan kepada ketua rombongan dan/atau ketua kloter, kemudian akan disampaikan ke PPIH Arab Saudi Daker Makkah. PPIH Daker Makkah telah melakukan koordinasi dan komunikasi kepada Syarikah untuk segera membagikan kartu Nusuk kepada jemaah haji," jelasnya di Makkah, Kamis (22/5/2025).
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir, distribusi kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia sudah berjalan normal. Hal itu tidak lepas dari proses koordinasi dan komunikasi antara PPIH Arab Saudi dengan pihak Syarikah.
"Distibusi Nusuk sudah berjalan normal. Jika ada yang belum dapat langsung kita komunikasikan lewat surat maupun telepon," ucapnya.
Ali menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mitigasi sejak kedatangan jemaah di Makkah. Pertama, yaitu menempatkan petugas untuk memberikan pendampingan kepada jemaah haji yang berbeda penempatan hotelnya, sehingga tidak bingung dan panik.
Kedua, petugas memberikan konsumsi kepada jemaah haji yang telah disediakan di hotel saat kedatangan. Ketiga, mengidentifikasi koper-koper jemaah yang baru datang, lalu segera mendistribusikan kepada jemaah di hotelnya masing-masing.
Keempat, PPIH Sektor segera mendata jemaah yang belum mendapat kartu Nusuk melalui ketua rombongan/ketua kloternya agar bisa disampaikan kepada pihak markaz/maktab pada Syarikah. Kelima, PPIH Daker Makkah melakukan koordinasi dan menyampaikan data kedatangan jemaah di Makkah untuk segera dipersiapkan kartu nusuknya.
Keenam, petugas menginformasikan kepada jemaah haji yang belum dapat kartu Nusuk untuk beribadah di masjid/musala yang disediakan di hotel jemaah. "Jemaah yang baru datang dan belum dapat kartu Nusuk, tidak perlu khawatir, proses umrah wajib akan didampingi pihak Syarikah, Insyaallah tidak ada masalah," katanya.(Septi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....