Kemenag Pantau Hilal Awal Zulhijah di 114 lokasi

  • 22 Mei 2025 16:00 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Untuk menentukan awal Zulhijah 1446 H, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pantauan hilal (rukyatulhilal), Selasa (27/5/2025). Kegiatan ini akan dihelat di 114 titik pantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Sidang Isbat di Jakarta, Rabu (21/5/2025). Berdasarkan hasil perhitungan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk.

“Posisinya yakni antara 0°44,15' hingga 3°12,29'. Sementara itu sudut elongasi berkisar antara 5°50,64' hingga 7°6,27',” tutur Arsad, dikutip dari laman kemenag.go.id.

Kondisi tersebut telah memenuhi kriteria Mentri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Hal ini menjadi acuan utama dalam penetapan awal bulan Hijriah di kawasan Asia Tenggara).

Sidang isbat akan digelar di Kantor Kemenag Jakarta mulai pukul 16.00 WIB. Rangkaian kegiatan di awali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi dan pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam.

Sidang akan dilaksanakan secara tertutup setelah Salat Maghrib. Di waktu yang sama, Kemenag akan menerima laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh titik pemantauan.

Menteri Agama akan mendengarkan tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para peserta sidang sebelum menetapkan keputusan resmi awal Zulhijah1446 H. Keputusan tersebut kemudian diumumkan kepada masyarakat dan disiarkan secara langsung oleh media.

"Hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan di bahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Zulhijah 1446H sekaligus penentuan Hari Raya Idul Adha 2025," jelas Arsad.

Acara ini akan dihadiri perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, MUI, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN), Observatorium Bosscha ITB, serta Planetarium Jakarta. Hadir pula para pakar ilmu falak dari organisasi keagamaan Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....