Gubernur Imbau Masyarakat Tak Panic Buying, Stok BBM Cukup
- 09 Mar 2026 22:06 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying menjelang arus mudik Lebaran 2026. Ia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi.
Menurut Luthfi, stok energi seperti BBM dan gas elpiji telah dipastikan cukup oleh pihak terkait. Bahkan berdasarkan laporan Pertamina, persediaan BBM di Jawa Tengah diperkirakan aman hingga dua bulan ke depan.
Ia meminta masyarakat tidak bersikap berlebihan dalam membeli bahan bakar atau kebutuhan energi lainnya. Dengan pengelolaan distribusi yang baik, pasokan energi dipastikan tetap tersedia selama masa mudik dan libur Lebaran.
"Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung. Stok bbm sangat cukup, kemarin Gus Yasin sudah mengecek ke lapangan, perwakilan Pertamina menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan," katanya saat rapat koordinasi lintas sektoral bersama seluruh bupati dan wali kota serta unsur Forkopimda di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin 9 Maret 2026.
Selain itu, ketersediaan listrik juga telah dipersiapkan oleh PLN untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Termasuk dengan menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah titik strategis.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk menyambut jutaan pemudik yang diperkirakan masuk ke wilayahnya. Diprediksi sekitar 17,3 juta orang akan datang ke Jawa Tengah selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
"Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah," kata Luthfi.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyamakan persepsi terkait pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik. Fokus utama diarahkan pada aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.
Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, serta jajaran Forkopimda. Berbagai sektor turut membahas kesiapan sarana prasarana hingga mitigasi potensi bencana.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng juga memaparkan sejumlah kesiapan diantaranya, hadirnya sejumlah posko untuk mendukung kelancaran arus mudik. Di antaranya Posko Terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah serta posko kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan.
Selain itu, posko juga disiagakan di 23 Terminal Tipe B yang tersebar di berbagai daerah. Petugas juga akan melakukan patroli mobile di titik rawan kemacetan seperti kawasan wisata, pasar tumpah, dan pusat keramaian.
Upaya lain yang dilakukan antara lain pemasangan rambu portable serta penambahan 10 titik CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas. Pemerintah juga menyiapkan program mudik dan balik rantau gratis bagi masyarakat.
Pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum atau ramp check juga dilakukan di terminal-terminal. Selain itu, jalur alternatif turut disiapkan untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas.
Perbaikan jalan rusak juga terus dipercepat dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah memastikan jalan berlubang segera ditangani agar perjalanan masyarakat selama mudik lebih aman dan nyaman.
Selain sektor transportasi, pemerintah juga memantau ketersediaan bahan pokok penting di pasaran. Operasi pasar terus digencarkan guna menjaga stabilitas harga dan mencegah penimbunan barang.
Menurut Luthfi, operasi pasar telah dilakukan di ratusan titik di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tercukupi menjelang hari raya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan pengamanan Lebaran akan mengutamakan prinsip keselamatan dan keramahtamahan. Operasi pengamanan difokuskan pada pendekatan safety and hospitality bagi masyarakat.
Sebanyak 28.980 personel disiagakan untuk mengamankan arus mudik, arus balik, dan perayaan Idulfitri. Personel tersebut terdiri dari 22.000 anggota Polri, 1.189 TNI, serta 5.111 petugas dari instansi terkait lainnya.
Puluhan ribu personel tersebut akan ditempatkan di berbagai objek vital di Jawa Tengah. Di antaranya pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, tempat wisata, serta ribuan masjid.
"Ada sekitar 134 pusat perbelanjaan, 45 terminal, 23 pelabuhan, 18 pelabuhan perikanan, 16.300 masjid, 224 objek wisata, 48 stasiun. Kemudian ada 153 pospam, 78 posyan, dan 31 pos terpadu," bebernya. (ryc)