Spot Ngabuburit Baru, Pasar Takjil Ramadan Dibuka di Wisma Perdamaian

  • 09 Mar 2026 20:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pasar Takjil Ramadan resmi dibuka di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, dan menjadi spot ngabuburit baru bagi masyarakat selama bulan suci. Bazar kuliner yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 - 11 Maret ini menghadirkan puluhan pelaku UMKM yang meramaikan aktivitas berburu takjil menjelang waktu berbuka.

Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana mengatakan, pasar takjil Ramadan 2026 ini digelar bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 62 tenant UMKM jasa boga turut berpartisipasi yang berasal dari berbagai binaan seperti APJI, Bank Jateng, hingga Dinas Koperasi.

"Ini dibuka dari jam 3 sore sampai jam 9 malam," ujarnya disela pembukaan pasar takjil, Senin 9 Maret 2026.

Selain menyajikan beragam kuliner, panitia juga menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung bagi pengunjung. Di antaranya hiburan musik, pemeriksaan kesehatan hingga layanan cukur rambut gratis.

Pantauan RRI di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak sore hari. Bahkan sebelum acara resmi dibuka, sejumlah pengunjung sudah mulai berdatangan untuk melihat berbagai tenant kuliner yang tersedia.

Beragam menu takjil disajikan dalam bazar tersebut, mulai dari aneka dimsum, nasi bakar, sate, cilok, hingga lumpia dan kebab. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai minuman segar, gorengan, hingga dessert yang cocok disantap saat berbuka puasa.

"Kulinernya Ada dari street food, ada dari khas Jawa Tengah, terus ada juga menu berburu takjil seperti gorengan, minuman-minuman segar, Itu yang menjadi utama. Kalau orang berpuasa pasti carinya yang segar-segar," ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga upaya menggerakkan perekonomian pelaku UMKM. Dengan adanya interaksi antara penjual dan pembeli, diharapkan tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Jadi ada yang mendapatkan rezeki. Apalagi UMKM-UMKM sekarang kan juga banyak juga yang tutup pasar saat lebaran nanti. Jadi kita membuka untuk ini," tuturnya.

Berty mengakui kondisi ekonomi global serta memanasnya tensi geopolitik turut berdampak pada sektor kuliner, terutama pada kenaikan harga bahan baku seperti gandum. Meski demikian, para pelaku usaha tetap berupaya menjaga harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Ia menegaskan para pelaku UMKM tetap berkomitmen mempertahankan kualitas produk meskipun menghadapi tekanan biaya produksi. Hal itu dilakukan agar konsumen tetap mendapatkan makanan yang berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang membuka kegiatan tersebut menegaskan UMKM merupakan urat nadi perekonomian daerah yang harus terus didorong perkembangannya. Di Jawa Tengah sendiri terdapat sekitar 4,2 juta pelaku UMKM yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Pemerintah provinsi, lanjutnya, terus memberikan dukungan agar UMKM dapat naik kelas melalui berbagai program pembinaan. Dukungan juga diberikan melalui kemudahan akses pembiayaan, termasuk kredit usaha rakyat dengan bunga yang terjangkau.

Menurutnya, sektor UMKM terbukti mampu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi. Selain membuka lapangan kerja, usaha mikro juga berperan menekan angka pengangguran serta mengurangi kemiskinan ekstrem.

"Sehingga Jawa Tengah menjadi provinsi yang betul-betul memperhatikan usaha kecil mikro yang ini merupakan urat nadi yang tidak pernah kenal namanya resesi. Ini merupakan suatu peluang, jangan pandang kalau orang jualan cilok, jualan es teh manis itu tidak merupakan usaha daripada mikro, itu merupakan urat nadi yang bisa menghidupi masing-masing rumah tangga," terangnya.

Salah satu pengunjung pasar takjil, Caroline, mengaku senang dengan hadirnya pasar takjil Ramadan di Wisma Perdamaian. Menurutnya, pilihan makanan yang tersedia cukup lengkap dengan harga yang relatif terjangkau.

"Harganya merakyat, menunya juga macem macem bisa dicoba hari ini sampai rabu ya, jamnya juga pas jelang berbuka. Saya beli menu kedai tiga rasa ini, ini harganya kok cuma Rp5 ribu murah sekali," ujarnya.

Adapun, pembukaan pasar takjil Ramadan tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis. Dalam kesempatan tersebut juga digelar kegiatan sosial berupa buka puasa bersama dan santunan kepada ratusan anak yatim.

Turut diresmikan juga Kantor APJI Zillenial & Gekrafs DPW Jawa Tengah yang ditempatkan di Gedung Wisma Perdamaian Semarang lantai dua.

Rekomendasi Berita