Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap 21 Paket Sabu dan 2 Butir Inex di Sukoharjo

  • 29 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengamankan dua orang tersangka berinisial S (41) dan AA (34) dalam pengungkapan dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Senin 28 September 2026. Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombespol. Yos Guntur menjelaskan, dari penggeledahan di sebuah kamar lantai dua rumah tersangka S.

Dalam penggeledahan tersebut petugas dari Dit Resnarkoba menemukan 21 paket sabu dengan berat sekitar 12 gram. Kemudian dua butir inex yang disimpan dalam tas cangklong warna hitam.

"Pengungkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 14.48 WIB, setelah petugas menerima informasi mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu di wilayah Sukoharjo. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga petugas mengetahui keberadaan kedua orang tersebut di rumah S, wilayah Krajan, Kelurahan Laban, Kecamatan Mojolaban " terangnya ditemui di Mapolda Jateng Selasa, 29 September 2026.

"Saat dilakukan penggeledahan Petugas juga menemukan satu alat hisap bong, korek api gas, satu lakban warna hitam, satu gunting, serta dua unit telepon seluler " tambahnya

Petugas kemudian mendalami keterangan tersangka S dan AA untuk mengetahui asal narkotika tersebut. Dari pemeriksaan awal, diperoleh informasi bahwa sabu tersebut didapat dari seseorang berinisial H yang saat ini berstatus DPO.

Menurut keterangan yang diperoleh petugas, komunikasi dengan H dilakukan melalui WhatsApp pada Minggu 27 September 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. H kemudian meminta barang tersebut diambil melalui titik atau alamat yang dikirimkan melalui WhatsApp di wilayah Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Informasi tersebut masih didalami petugas untuk mengetahui bagaimana pola pengambilan dan pendistribusian barang, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. Tersangka S juga diketahui pernah menjalani perkara narkotika pada 2021.

Kombes pol Yos Guntur mengatakan, pemeriksaan terhadap kedua orang yang diamankan masih terus dilakukan untuk mengurai asal barang dan pola peredarannya.

“Dari pemeriksaan awal, muncul keterangan mengenai seseorang berinisial H yang saat ini berstatus DPO. Informasi tersebut masih kami telusuri, mulai dari komunikasi, lokasi pengambilan barang, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan peredaran tersebut,” jelasnya.

Saat ini perkara tersebut masih berproses. Petugas terus mendalami keterlibatan tersangka S dan AA serta menelusuri keberadaan H yang saat ini berstatus DPO.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....