Fakta Baru Kasus Dugaan Pembacokan Remaja di Sompok, Ternyata Duel Gladiator

  • 11 Jun 2026 21:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Polrestabes Semarang mengungkap fakta baru dalam penanganan kasus dugaan pembacokan terhadap seorang remaja yang sebelumnya dilaporkan terjadi di kawasan Sompok, Kecamatan Semarang Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut ternyata bukan aksi pembacokan oleh orang tidak dikenal (OTK), melainkan duel antarkelompok remaja yang telah direncanakan melalui media sosial.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pelapor bernama Triyono terkait dugaan pembacokan terhadap korban berinisial ATK. Penyidik pun melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi yang dilaporkan.

“Penyidik memperoleh fakta bahwa kejadian pembacokan oleh orang tidak dikenal sebagaimana laporan awal tidak terjadi. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut merupakan rekayasa yang dibuat oleh korban," ujar Kompol Riki Fahmi Mubarok, Kamis, 11 Juni 2026.

Hasil pendalaman mengungkap bahwa insiden yang sebenarnya merupakan aksi tawuran atau duel gladiator antara dua kelompok remaja. Kelompok Spelda diwakili korban ATK dan kelompok Spelmawar yang diwakili seorang remaja berinisial AQQ.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan terowongan Jalan Pawiyatan Luhur, Kota Semarang, pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut Kompol Riki, duel bermula dari aksi saling tantang melalui media sosial sekitar pukul 19.30 WIB yang kemudian disepakati untuk dilaksanakan pada malam harinya.

"Dari duel tersebut, korban ATK mengalami luka tusuk pada bagian bahu kanan sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, untuk menutupi kejadian yang sebenarnya, muncul keterangan bahwa korban dibacok oleh orang tidak dikenal di wilayah Sompok karena takut kepada orang tuanya," katanya.

Berdasarkan fakta-fakta hasil penyelidikan tersebut, penyidik Satres PPA dan PPO Polrestabes Semarang telah mengamankan seorang remaja berinisial AQQ yang diduga terlibat dalam duel tersebut. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain telepon genggam, senjata tajam jenis celurit panjang, pakaian yang digunakan kedua belah pihak saat kejadian, serta rekaman video duel.

Kompol Riki menegaskan, proses penyidikan masih terus dilakukan. Penyidikan ditujukan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

"Mengingat pihak-pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur, proses penanganan juga dilakukan dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas). Ini sebagai bagian dari mekanisme pendampingan sesuai sistem peradilan pidana anak," ucapnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama dalam penggunaan media sosial yang kerap menjadi sarana provokasi hingga memicu aksi kekerasan antarremaja. "Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....