Remaja 16 Tahun Jadi Korban Pembacokan di Semarang Selatan, Polisi Buru Pelaku
- 10 Jun 2026 10:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Polrestabes Semarang tengah menyelidiki kasus pembacokan yang menimpa seorang remaja di wilayah Kecamatan Semarang Selatan. Korban yang diketahui masih berstatus pelajar mengalami luka bacok pada bagian bahu kanan dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut dengan Nomor LP/B/164/VI/2026/SPKT/POLRESTABES SEMARANG/POLDA JAWA TENGAH tertanggal 8 Juni 2026. “Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Sompok Baru Raya, Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang,” ujar Kompol Riki melalui keterangan resminya.
Korban diketahui berinisial ATK (16). Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, saat kejadian korban sedang berboncengan sepeda motor bersama seorang rekannya untuk pulang ke rumah.
Saat melintas di lokasi kejadian, korban dan saksi diduga dipepet oleh sejumlah orang yang tidak dikenal. Kelompok tersebut disebut sempat meminta keduanya untuk berhenti.
Karena tidak mengindahkan permintaan tersebut, salah satu pelaku diduga melakukan pembacokan terhadap korban sebelum kemudian melarikan diri bersama rekan-rekannya. Akibat serangan itu, korban mengalami luka pada bahu kanan dan langsung mendapatkan penanganan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Ia menjelaskan, Satreskrim Polrestabes Semarang bersama Polsek Semarang Selatan terus melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku. “Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung proses pengungkapan kasus,” ucapnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian. Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Perkembangan penanganan perkara akan disampaikan lebih lanjut. Sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan yang sedang berlangsung,” kata Kompol Riki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....