Warung di Kawasan Depan Pabrik Sepatu Rembang Dibobol, Pedagang Resah
- 12 Mei 2026 11:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang- Aksi pembobolan warung di kawasan depan pabrik sepatu, Kabupaten Rembang, membuat para pedagang resah. Pasalnya, aksi pencurian tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi sudah merambah ke sejumlah warung dengan waktu kejadian yang berbeda-beda.
Peristiwa terbaru menimpa warung Mak Ju pada Minggu, 10 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Dari rekaman kamera CCTV, tampak dua pelaku diduga masih berusia remaja.
Pelaku menjebol pintu belakang warung sebelum menggasak berbagai barang dagangan.Barang yang dicuri di antaranya tabung gas, minuman sachet, gula, hingga mesin cup.
Pemilik Warung Mak Ju mengaku warungnya sudah beberapa kali dibobol. Oleh karena itu, ia akhirnya memasang CCTV dan berhasil merekam wajah pelaku.
Salah satu pedagang di depan pabrik sepatu, Shodiq, mengatakan aksi pencurian tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, pencuri menyasar warung-warung di sepanjang kawasan itu.
“Antara 3-4 tahun ini sudah muncul, entah pelakunya orang yang sama atau beda-beda. Sasarannya warung-warung sekitar pabrik sepatu, mulai dari Rowo Setro sampai perempatan Jambangan Desa Padaran,” ungkap Shodiq, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menambahkan, sebelum kejadian terbaru, sejumlah barang milik pedagang lain juga pernah hilang dibawa pelaku, seperti magic comp, tabung gas, kompor, mesin siller, galon, rokok, gitar, dan barang-barang lainnya. “Warung milik Mbak Iin, Mak Tun, banyak yang sudah pernah dibobol,” ujarnya.
Menurut Shodiq, aksi pembobolan biasanya terjadi setelah tengah malam saat warung dan kios kontainer sudah tutup. Minimnya pemasangan CCTV di lokasi juga membuat pelaku sulit teridentifikasi.
“Tidak semua pedagang mampu beli CCTV. Jadi banyak yang tidak ketahuan pelakunya,” ungkapnya.
Para pedagang berharap kepolisian serius mengusut rangkaian pencurian tersebut karena sangat merugikan usaha kecil. Hingga Senin, 11 Mei 2026 malam, aparat kepolisian termasuk tim Resmob Polres Rembang masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
“Pedagang kecil seperti kami sedang berjuang menyambung hidup, malah ada gangguan seperti ini. Semoga pelaku cepat tertangkap,” ucap Shodiq. (Mif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....