Kesaksian Ketua RT, Gudang Kosong di Mijen Ternyata Pabrik Ekstasi, Warga Tak Curiga

  • 11 Apr 2026 15:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Ketua RT di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Atok Sujarwo, mengungkapkan kesaksiannya terkait penggerebekan gudang yang diduga dijadikan sebagai rumah produksi narkoba jenis ekstasi oleh aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 10 April 2026 malam.

Atok mengaku tidak mengetahui aktivitas ilegal yang terjadi di gudang tersebut sebelum penggerebekan berlangsung. Ia menyebut bangunan itu sebelumnya merupakan gudang kosong yang kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan.

“Sebelumnya gudang itu kosong. Biasanya dipakai untuk senam ibu-ibu dan anak-anak. Bahkan sebelum bulan puasa, saya sempat gunakan untuk olahan pakan ternak. Di dalam juga tidak ada apa-apa,” ujarnya saat ditemui, Sabtu, 11 April 2026.

Menurutnya, aktivitas mencurigakan tidak terlihat mencolok dari luar. Ia menduga peralatan dan bahan produksi narkoba dimasukkan secara diam-diam, terutama saat kondisi lingkungan sedang sepi.

“Aktivitasnya tidak terlalu terlihat. Kemungkinan alat-alat itu dimasukkan saat kondisi sepi. Apalagi waktu mudik Lebaran, kampung ini sepi dan saya juga tidak di lokasi,” jelasnya.

Ia mengaku terkejut saat menyaksikan langsung banyaknya barang bukti yang ditemukan di dalam gudang tersebut saat penggerebekan berlangsung. Barang bukti yang diamankan berupa bahan baku narkoba, mesin pengolahan, mesin pres, hingga narkotika yang sudah jadi.

“Pas penggerebekan, saya lihat sendiri barang bukti narkoba jumlahnya banyak sekali, sampai berton-ton. Ada yang berbentuk serbuk, ada juga yang sudah jadi pil,” katanya.

Atok juga sempat mendengar informasi mengenai sosok yang diduga terlibat, termasuk seseorang bernama Joni yang disebut berasal dari jaringan luar daerah. Namun, ia menegaskan warga sekitar tidak mengenal sosok tersebut.

“Katanya mencari seseorang bernama Joni dari Polda Metro Jaya, tapi dari pihak keluarga di sini tidak ada yang kenal. Warga juga tidak tahu-menahu,” ungkapnya.

Penggerebekan ini membuat warga sekitar terkejut, mengingat lingkungan tersebut selama ini dikenal cukup kondusif dan jauh dari aktivitas kriminal. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jaringan serta asal-usul produksi narkoba tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....