Guyub Rukun Melawan Kedholiman, Warga Pati Siapkan Aksi Lawan Korupsi
- 07 Agt 2026 12:25 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Koalisi masyarakat sipil Pati menggelar aksi besar Guyub Rukun Melawan Kedholiman dimulai Senin, 10 Agustus 2026, sebagai refleksi satu tahun perjuangan melawan ketidakadilan dan korupsi.
- Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi pernyataan sikap di Pengadilan Tipikor Semarang terkait perkara hukum Bupati nonaktif Pati Sudewo.
- Ketua Pelaksana Pati Ora Sepele Harno memimpin koordinasi rangkaian kegiatan aksi masyarakat sipil ini untuk menunjukkan kepedulian rakyat terhadap isu-isu keadilan dan pemberantasan korupsi.
RRI.CO.ID, Pati - Koalisi masyarakat sipil Pati bersiap menggelar rangkaian aksi besar bertajuk Guyub Rukun Melawan Kedholiman. Aksi tersebut merupakan refleksi satu tahun perjuangan rakyat Pati melawan ketidakadilan dan praktik korupsi di daerah.
Ketua Pelaksana Pati Ora Sepele Harno mengumumkan rangkaian kegiatan tersebut akan dimulai pada Senin, 10 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi pernyataan sikap di Pengadilan Tipikor Semarang terkait perkara hukum Bupati nonaktif Pati Sudewo.
"Kami akan hadir di Pengadilan Tipikor Semarang untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait perkara hukum Bupati nonaktif Pati Sudewo. Masyarakat Pati mendukung penuh proses pemberantasan tindak pidana korupsi yang sedang diadili di pengadilan tersebut," kata Ketua Pelaksana Pati Ora Sepele, Jumat, 7 Agustus 2026.
Harno menegaskan pihaknya turut mendorong pemerintah pusat segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset bagi pelaku tindak pidana korupsi. Ia menilai praktik korupsi selama ini telah merampas hak-hak dasar rakyat secara nyata dan berkelanjutan.
"Kami menilai korupsi telah membunuh hak-hak rakyat yang seharusnya dilindungi oleh negara. Karena itu, pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset menjadi hal yang mendesak untuk segera direalisasikan pemerintah pusat," kata Harno.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 11 hingga 12 Agustus 2026 berupa forum urun rembuk di Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak. Forum tersebut membahas isu agraria, lingkungan, ketimpangan sosial, dan pengawasan pemerintahan yang bersih dari korupsi.
"Forum urun rembuk akan dihadiri sejumlah lembaga nasional seperti IHCS, Aliansi Petani Indonesia, ICW, dan Selaras. Kami juga mengundang Plt Bupati Pati beserta jajaran perwakilan DPRD untuk hadir dalam forum tersebut," ucapnya.
Malam harinya pada 12 Agustus akan digelar panggung rakyat berisi pernyataan sikap, puisi, stand up comedy, dan parade band. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup pada 13 Agustus 2026 di Alun-alun Kabupaten Pati.(agp)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....