Bima, Mengenal Kesatria Kedua Pandawa

  • 14 Jul 2024 08:23 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Bima adalah nama lain dari Werkudara, merupakan tokoh nomor dua dari Pandawa lima setelah Puntadewa, kakaknya. Saat masih muda, Bima bernama Bratasena, merupakan anak kedua dari Prabu Pandu Dewanata raja Hastinapura dengan Dewi Kunti.

Diceritakan, Werkudara adalah titisan dari Batara Bayu atau Dewa Angin, maka wajar apabila ia berlari bisa secepat angin. Dasanama (nama lain) raden Werkudara adalah Bratasena, Bimasena, Haryasena, Jagal Abilawa, Bayusiwi, Jayalaya, Prabanconosiwi, Kusumadilaya.

Bima atau Werkudara satria di Jodhipati, tidak dapat berbicara halus krama kepada siapapun, kecuali dengan Dewa Ruci. Meskipun begitu dalam diri Bima mempunyai watak ksatria, gemar menolong, cinta kasih kepada sesama, berbakti kepada kedua orang tua, saudara dan guru.

Selain itu Bima memiliki sifat teguh dalam prinsip, selalu menepati janji, gemar menegakkan keadilan serta memberantas angkara murka.

Watak setia dan berbakti kepada guru pernah ia tunjukkan ketika ia diutus oleh Pandita Durna untuk mencari Kayu Gung susuhing Angin di Gunung yang sangat angker dan air Perwitasari Samudra lepas. Dalam perjalanannya Ia bertemu dengan Dewa Ruci di tengah Samudra.

Disinilah Bima menemukan hakikat hidup yang sebenarnya. Bahkan Bima menjadi satu satunya tokoh yang paham akan sangkan paraning dumadi yang artinya dari mana asal muasal kehidupan, bagaimana seharusnya menjalani hidup dan kepada siapa kembali setelah hidup purna.

Di sinilah Bima menemukan hakikat hidup yang sebenarnya. Bahkan Bima menjadi satu satunya tokoh yang paham akan sangkan paraning dumadi yang artinya dari mana asal muasal kehidupan, bagaimana seharusnya menjalani hidup dan kepada siapa kembali setelah hidup purna.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....