Gunungan Wayang Lambang Cipta, Rasa, Karsa, Karya Manusia
- 18 Jun 2024 23:13 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Salah satu fungsi gunungan atau kayon adalah sebagai tanda pembuka dan penutup acara wayang kulit dan orang. Di balik kegunaan tersebut, gunungan bermakna dalam dan menarik sebagai edukasi individu untuk belajar menjadi manusia seutuhnya.
Makna gunungan berbentuk kerucut (lancip), melambangkan kehidupan manusia, bahwa semakin tinggi ilmu dan bertambah usia, kita harus semakin mengerucut (golong gilig). Secara sederhananya, segala aktivitas hidup manusia di dunia ditujukan untuk di atas yakni Tuhan yang maha Esa
Selama berproses menjalani kehidupan yang dimulai dari lahir hingga dewasa, setiap diri akan mengalami pematangan batin. Hingga bisa sampai pada level manunggaling (menyatunya) Cipta (pikiran), Rasa (perasaan) , Karsa (kehendak) dan Karya (action) dalam kehidupan kita.
Salah satu ornamennya berupa lukisan gapura dan dua raksasa penjaga yang benama Cingkoro Bolo dan Bolo Upoto. Melambangkan bahwa didalam hati manusia terdapat dua hal yang selalu menyertainya, yaitu baik dan buruk.
Tameng atau perisai dan gada yang mereka pegang dapat di intrepertasikan sebagai penjaga alam gelap dan terang. Suasana hutan berupa pepohonan dan binatang, mengilustrasikan berbagai sifat dan tabiat manusia.
Lukisan pohon yang tumbuh menjalar diseluruh bagian hingga ke puncak Gunungan, melambangkan segala budi-daya dan perilaku manusia. Yakni harus tumbuh dan bergerak maju (dinamis) sehingga bisa bermanfaat serta mewarnai dunia dan alam semesta.
Pohon tersebut juga melambangkan bahwa Tuhan telah memberi kehidupan, pengayoman dan kecukupan bagi seluruh manusia yang hidup di dunia ini. Burung melambangkan bahwa manusia harus membuat dunia dan alam semesta menjadi indah dalam spiritual maupun material.
Hewan Kera melambangkan mausia harus mampu memilih dan memilah antara baik-buruk, manis-pahit. Seperti halnya kera pintar memilih buah yangtidak beracun, matang dan manis, sehingga diharapkan kita bertindak yang baik dan tepat atau bener lan pener.
Banteng melambangkan manusia harus berjiwa kuat, lincah, ulet dan tanguh. Harimau melambangkan manusia harus menjadi Pemimpin bagi dirinya sendiri punya jati diri.
Sehingga harus mampu bertindak bijaksana serta mengendalikan nafsu. Menuju kwalitas hidup yang lebih baik dan maju, sehingga bisa bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain dan alam semesta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....