Beskap, Pakaian Adat Jawa yang Unik untuk Laki-laki
- 24 Mei 2024 11:45 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Provinsi Jawa Tengah kaya keberagaman budaya karena dahulu wilayah ini tergabung dalam Kerajaan Mataram Islam sebagai pusat peradaban Jawa. Jawa Tengah menginspirasi banyak daerah lain dalam hal budaya, salah satunya pakaian adat berupa beskap.
Beskap diadaptasi dari pakaian jas Belanda dan berasal dari kata beschaafd yang berarti civilized atau berkebudayaan. Beskap dikenal dalam empat macam jenis, antara lain Beskap Gaya Jogja, Beskap Landung, Beskap Gaya Kulon, dan Beskap Gaya Solo.
Warna kain beskap yang sering digunakan adalah hitam dengan desain sederhana dan kerah lurus tanpa lipatan, serta modelnya tidak simetris. Beskap kerap digunakan sebagai pakaian khas saat acara pernikahan adat Jawa dan umumnya dilengkapi dengan stagen, blangkon, jarik dan keris.
Dalam sebuah catatan sejarah, suatu saat KGPAA Mangkunegara IV bermaksud hendak menghadap raja di Pesanggrahan Langenharjo yang terletak di Desa Langenharjo, Grogol, Sukoharjo. Dikarenakan tidak menghadap raja di Keraton, maka dengan berbagai pertimbangan, mestinya tidak harus memakai “sikepan”.
Maka KGPAA Mangkunegara beride untuk merubah baju jas barat atau rokkie menjadi baju corak Jawa. Karena peristiwa itu berlangsung di Pesanggrahan Langenharjo, maka jenis beskap tersebut diberi sebutan beskap Langenharjan.
Beskap memiliki arti yang sarat dengan kehidupan piwulang sinandhi, ajaran tersirat dalam filosofi Jawa. Kancingnya melambangkan tindakan-tindakan yang diambil harus diperhitungkan dengan cermat dan jangan sampai merugikan orang lain.
Sabuk kain melambangkan ketekunan untuk berkarya. Sabuk yang disebut ubed juga melambangkan bahwa manusia harus selalu ubed, tekun dan gigih. Jarik memiliki arti agar manusia tidak boleh iri atau serik.
Pada awalnya, beskap dan pakaian Jawi Jangkep merupakan satu kesatuan, yang berarti beskap merupakan bagian dari pakaian Jawi Jangkep. Namun seiring berjalannya waktu, beskap seringkali dipakai oleh pria secara terpisah.
Warna kain yang sering digunakan untuk membuat beskap adalah polos atau hitam dengan desain sederhana dan kerah lurus tanpa lipatan, model beskap dibuat tidak simetris sebagai berjaga-jaga untuk menyimpan keris. Namun kini beskap telah hadir dengan pilihan warna lain namun tetap dianggap sebagai pakaian adat yang sakral untuk acara spesial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....