Paraphalaenopsis Kimmy Anggrek Mini Nan Cantik

  • 05 Okt 2026 14:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Paraphalaenopsis Kimmy adalahadalah anggrek hibrida lintas spesies (primary hybrid) hasil persilangan antara dua anggrek ekor tikus legendaris asal Kalimantan, yaitu Paraphalaenopsis labukensis dan Paraphalaenopsis denevei.

Anggrek ini pertama kali didaftarkan secara resmi di Royal Horticultural Society (RHS) pada tahun 1991 oleh T.P. Kuok. Karena kedua induknya merupakan spesies endemik Kalimantan yang keberadaannya semakin langka di alam liar, mengoleksi dan merawatnya menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pelestarian ex-situ tanaman hibrida bernilai tinggi.

karakteristik utama dan panduan mengenal lebih dekat Paraphalaenopsis Kimmy:

1. Karakteristik Fisik & Bunga

  • Bentuk Daun Unik: Seperti jenis Paraphalaenopsis lainnya, anggrek ini memiliki daun silindris yang panjang, menjuntai, dan bulat menyerupai kabel atau "ekor tikus". Karakteristik daun terete ini diwarisi langsung dari kedua induknya.
  • Warna Bunga: Bunganya memiliki perpaduan eksotis dengan dominasi warna cokelat muda hingga kecokelatan, dipadukan dengan aksen warna merah muda (pink) atau keunguan yang kontras di bagian bibir (lip) bunga.
  • Aroma: Memiliki aroma wangi yang khas, menjadikannya sangat digemari oleh para kolektor anggrek spesies dan hibrida primer.

2. Silsilah (Lineage)

Sebagai hibrida primer, silsilah genetiknya terbagi rata secara seimbang:

  • 50% Paraphalaenopsis labukensis: Menyumbangkan ukuran daun yang bisa tumbuh sangat panjang serta corak bunga yang khas.
  • 50% Paraphalaenopsis denevei: Menyumbangkan struktur bunga yang kompak, ketahanan tanaman, serta warna bibir bunga yang pekat.

3. Panduan Perawatan Dasar

Meskipun berstatus anggrek koleksi, tanaman ini relatif adaptif dan mudah dirawat jika diletakkan di lingkungan yang menyerupai habitat aslinya:

  • Media Tanam: Paling cocok ditanam dengan cara ditempel pada papan pakis atau potongan kayu dengan sedikit tambahan moss hitam/singgalang untuk menjaga kelembapan akar udara tanpa membuatnya busuk.
  • Cahaya & Angin: Membutuhkan sirkulasi udara yang sangat baik di sekitar akar. Letakkan di tempat yang terang namun ternaungi (mendapat sekitar 50-70% cahaya matahari tidak langsung).
  • Penyiraman: Lakukan penyiraman secara rutin saat media mulai mengering, terutama jika ditempel pada papan, karena akarnya membutuhkan fase kering-basah yang seimbang.

Apakah Anda berencana menanamnya? silahkan ikuti panduan diatas. Selamat mencoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....