Antusias Pelajar Tinggi, 132 Karya Masuk DocuFest RRI 2026
- 06 Sep 2026 12:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID. Semarang - Sebanyak 132 karya pelajar SMA, SMK, dan MA di Jawa Tengah masuk dalam DocuFest RRI 2026. Jumlah tersebut melonjak jauh dari target panitia yang sebelumnya hanya 20 karya, menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap produksi film dokumenter.
Juri DocuFest RRI 2026, Yusuf Anshori, menyebut jumlah karya yang masuk menjadi kejutan bagi panitia. Selain jumlahnya melampaui target, kualitas karya yang diterima juga dinilai cukup baik.
“Jumlah karya yang masuk ini menjadi kejutan bagi panitia. Kami melihat kualitas karya peserta sangat baik, baik dari pengambilan gambar, narasi, maupun unsur artistik yang ditampilkan,” ujar Yusuf Minggu 6 September 2026.
Menurut Yusuf, kemampuan peserta terlihat dari cara mereka mengemas cerita dokumenter. Sejumlah karya mampu memadukan pengambilan gambar, narasi, dan unsur artistik untuk menyampaikan pesan kepada penonton.
Yusuf mengatakan, aspek storytelling menjadi salah satu keunggulan karya yang berhasil meraih juara. Penyusunan gambar dan alur cerita membuat pesan yang disampaikan melalui dokumenter lebih mudah dipahami penonton.
“Untuk karya yang menjadi juara, salah satu keunggulannya adalah storytelling. Penyusunan gambar dan penyampaian cerita membuat pesan dokumenter lebih mudah dipahami penonton,” katanya.
Selain storytelling, Yusuf menilai konten menjadi unsur penting dalam penilaian. Menurutnya, karya dokumenter memiliki karakter tersendiri sehingga peserta perlu mampu membedakannya dari karya feature maupun genre lainnya.
Juara pertama DocuFest RRI 2026 diraih SMA Warga Solo melalui karya yang mengangkat Lokananta. Juara kedua berasal dari Salatiga dengan karya yang mengangkat sejarah makanan tradisional enting-enting, sedangkan juara ketiga dari Purworejo mengangkat tema bedug tradisional.
Meski menilai kualitas peserta sudah baik, Yusuf melihat masih terdapat kesamaan pada aspek teknis, terutama penggunaan color grading. Ia berharap peserta dapat mengembangkan variasi visual dan eksplorasi color grading tanpa menghilangkan karakter cerita.
“Harapannya peserta dapat mengeksplorasi color grading dengan lebih beragam tanpa kehilangan karakter cerita. Variasi dalam penyampaian narasi juga penting untuk memperkuat identitas setiap karya,” kata Yusuf.
Yusuf berharap DocuFest RRI dapat kembali digelar dan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan membuat film dokumenter. Keberagaman tema dan ide yang muncul tahun ini menunjukkan potensi generasi muda yang baik. (tammahtyas/mg)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....