Lewat Turnamen, Omah Guyub Lasem Hidupkan Olahraga Kasti di Kalangan Pelajar
- 31 Agt 2026 15:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – Olahraga tradisional kasti kembali menggeliat di kalangan pelajar Kabupaten Rembang. Sebanyak 15 tim dari tingkat SD/MI mengikuti turnamen kasti putri yang digelar Grup Bisnis Omah Guyub Lasem di Lapangan Gudang Kapuk, Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem.
Turnamen yang terbilang jarang digelar tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpelajar, tetapi juga menjadi upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya penonton yang memadati sisi lapangan selama pertandingan berlangsung.
Puncak pertandingan terjadi pada babak final, Minggu, 30 Agustus 2026 yang mempertemukan SDN Karangturi Kecamatan Lasem dengan SDN Kerep Kecamatan Sulang. Suporter kedua sekolah turut memenuhi lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim masing-masing.
Dalam pertandingan tersebut, SDN Kerep tampil dominan dan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan SDN Karangturi dengan skor telak 33-6. Kemenangan itu sekaligus mengantarkan SDN Kerep menjadi kampiun Turnamen Kasti Putri Omah Guyub.
Perwakilan panitia, Anis, mengatakan turnamen digelar untuk memperkenalkan kembali olahraga kasti, khususnya kepada anak-anak. Menurutnya, permainan tradisional tersebut perlu dikenalkan sejak dini agar tidak semakin ditinggalkan di tengah perkembangan berbagai jenis olahraga modern.
“Latar belakangnya selain memperkenalkan ke orang dewasa, juga biar anak usia dini mengenal kasti. Mengenal kasti jadi mereka juga ikut berbaur, berpartisipasi untuk memerankan atau ikut tanding dalam perlombaan kasti di turnamen Omah Guyub ini,” ujarnya.
Menurut Anis, keikutsertaan 15 SD dari berbagai wilayah Rembang menunjukkan bahwa kasti masih memiliki peminat di kalangan pelajar. Bahkan, turnamen tersebut membantu peserta semakin memahami teknik dan aturan permainan kasti.
“Dengan diadakan turnamen ini banyak yang bisa menjalankan permainan. Mereka semakin memahami aturan main kasti,” katanya.
Selain menjadi sarana mengenalkan permainan tradisional, turnamen juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk berolahraga sekaligus membangun interaksi dengan pelajar dari sekolah dan wilayah berbeda.
Pemain terbaik dalam laga final, Berliana, mengaku senang dapat membawa SDN Kerep menjadi juara. Siswa tersebut mengatakan dirinya memang rutin berlatih kasti dan beberapa kali mengikuti pertandingan.
“Alhamdulillah dapat juara satu, dan pemain terbaik. Sering ikut turnamen kalau ada dan latihan rutin juga,” ungkap Berliana.
Untuk menambah kemeriahan kegiatan, panitia juga menyediakan hadiah melalui program doorprize bagi peserta dan penonton. Kupon doorprize dijual seharga Rp2.500 dengan berbagai hadiah, mulai dari perlengkapan rumah tangga, sembako hingga hadiah utama satu krat telur.
Anis berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga olahraga kasti kembali mendapat tempat di kalangan generasi muda. Turnamen tidak hanya menjadi ajang perebutan juara, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan keberadaan permainan tradisional. (Mif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....