Tingkatkan Prestasi Olahraga, SMAN 3 Rembang Bidik Pengembangan Anggar

  • 31 Agt 2026 12:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMAN 3 Rembang terus dikembangkan untuk meningkatkan prestasi siswa di berbagai cabang olahraga. Setelah mengembangkan boxing dan panahan, pihak sekolah kini membidik cabang olahraga anggar sebagai bagian dari penguatan KKO.

Kepala SMAN 3 Rembang, Hedi Wibowo, mengatakan pihaknya baru saja melengkapi sarana dan prasarana untuk cabang olahraga panahan. Menurutnya, pengadaan peralatan tersebut diharapkan semakin mendukung siswa dalam berlatih dan meningkatkan prestasi.

“Panahan sudah kita belikan alat empat unit. Panahan disebut-sebut sebagai salah satu olahraga yang jadi kegemaran Nabi Muhammad SAW,” tuturnya, Senin, 31 Agustus 2026.

Selain panahan, SMA N 3 Rembang juga mengembangkan cabang olahraga boxing dengan dukungan sarana latihan yang memadai. Pihak sekolah bahkan secara rutin mendatangkan pelatih untuk memberikan pembinaan kepada para siswa.

“Kita punya seperangkat peralatan untuk menunjang boxing. Termasuk ring tempat bertanding,” kata Hedi.

Dalam waktu dekat, SMA N 3 Rembang juga berencana mengembangkan cabang olahraga anggar. Olahraga tersebut merupakan bela diri ketangkasan yang menggunakan senjata menyerupai pedang.

“Kami akan mengusahakan anggar di SMA N 3 Rembang, ini termasuk cabor yang langka. Insyaallah dana dari bantuan operasional sekolah (BOS) akan kita gunakan untuk membeli peralatan,” ungkapnya.

Hedi mengatakan pengembangan anggar diharapkan dapat memberikan pilihan cabang olahraga baru bagi siswa KKO. Dengan fasilitas yang tersedia, siswa diharapkan semakin termotivasi dan memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih prestasi.

Menurut Hedi, selama ini sudah cukup banyak prestasi yang ditorehkan siswa KKO SMAN 3 Rembang. Sejumlah cabang olahraga bahkan telah mengantarkan siswa meraih juara di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Futsal, sudah beberapa kali juara tingkat kabupaten maupun provinsi, taekwondo. Kemarin juara satu, panahan juga juara satu,” ujar Hedi.

Setiap tahun ajaran baru, KKO SMA N 3 Rembang hanya diperbolehkan membuka satu kelas atau rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 36 siswa. Kondisi tersebut membuat tidak semua calon siswa yang memiliki minat dan kemampuan olahraga dapat tertampung di KKO.

Untuk mengakomodasi siswa yang belum masuk KKO, pihak sekolah menerapkan kelas bayangan di kelas reguler. Meski berstatus kelas reguler, siswa di kelas tersebut tetap mendapatkan pembinaan yang diarahkan untuk mendukung pengembangan prestasi olahraga.

“Anak-anak yang tidak tertampung di KKO, saya masukkan ke kelas bayangan. Memang statusnya kelas reguler, tapi semacam kelas bayangan KKO,” ungkapnya.

Hedi menambahkan, dukungan orang tua atau wali murid terhadap pengembangan prestasi olahraga siswa selama ini tergolong baik. Dukungan tersebut juga diberikan ketika siswa mengikuti berbagai event yang membutuhkan biaya secara mandiri.

“Termasuk ketika ada event-event yang mengharuskan support dana mandiri. Orang tua pun siap membantu,” katanya. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....