Mengapa Makanan Menjadi Simbol Kerinduan dalam Novel Pulang?
- 05 Agt 2026 14:00 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Novel Pulang karya Leila S. Chudori
RRI.CO.ID, Semarang - Pernahkah aroma masakan tertentu tiba-tiba mengingatkan seseorang pada rumah, keluarga, atau kenangan yang pernah dimiliki bersama. Pengalaman itulah yang dihadirkan Leila S. Chudori melalui novel Pulang dengan memanfaatkan makanan sebagai simbol kerinduan mendalam.
Dalam novel tersebut, makanan Indonesia bukan sekadar pelengkap cerita, melainkan penghubung emosional antara tokoh dengan tanah kelahirannya. Rendang, sate, dan sambal menghadirkan kenangan yang tidak mampu tergantikan meskipun para tokohnya telah lama hidup di luar negeri.
Penggunaan makanan sebagai simbol ternyata tidak hanya ditemukan dalam karya sastra, tetapi juga dijelaskan melalui berbagai penelitian psikologi. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology, aroma dan rasa makanan mampu memicu ingatan autobiografis serta emosi secara kuat.
Melalui simbol makanan, Leila S. Chudori memperlihatkan bahwa kerinduan tidak selalu diungkapkan melalui kata-kata atau tangisan semata. Sebaliknya, hidangan sederhana dapat menjadi pengingat tentang keluarga, budaya, identitas, dan tempat yang selalu ingin kembali dikenang.
| Baca juga: Strategi Baru Menarik Minat Pembaca Muda |
Inilah yang membuat Pulang terasa dekat dengan banyak pembaca dari berbagai latar belakang kehidupan hingga sekarang. Novel tersebut menunjukkan bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga bahasa yang menyimpan kenangan, harapan, dan rasa memiliki.
Pada akhirnya, setiap orang mungkin memiliki makanan yang mengingatkannya pada seseorang, sebuah tempat, atau masa tertentu dalam hidupnya. Melalui Pulang, pembaca diajak memahami bahwa kerinduan terkadang hadir dalam bentuk paling sederhana, yaitu aroma dan cita rasa makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....