Gramedia Jalma Jadi Rumah Ketiga, Fasilitasi Komunitas Literasi Semarang

  • 13 Jun 2026 15:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang - Gramedia Jalma Semarang menghadirkan ruang literasi yang mempertemukan pembaca, komunitas, dan penerbit melalui kegiatan 'Baca Senyap' dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari sekitar 30 komunitas literasi di Semarang dan sekitarnya.

Sebanyak 625 orang tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut, meski peserta yang hadir mencapai lebih dari 500 orang. Selain sesi membaca buku secara mandiri, acara juga diisi dengan berbagai aktivitas literasi yang melibatkan komunitas dan pengunjung.

Manager Redaksi KPG, Christina M. Udiani, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa ruang perjumpaan bagi komunitas literasi masih sangat dibutuhkan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi penerbit, pembaca, komunitas, dan toko buku untuk terus menjaga budaya membaca dan semangat bernalar.

"Kami sangat berterima kasih karena ternyata penerbit itu juga menemui pembaca, bisa menemui komunitas, dan juga bisa menemui toko buku. Satu keluarga besar yang saya kira harus tetap kita rawat bersama ya untuk menjaga kewarasan kita, supaya kita tetap bernalar dan terutama berani bersikap.," ujar Christina.

Gramedia Jalma mengusung konsep ruang ketiga (third place), yakni ruang di luar rumah dan tempat kerja yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membaca, berdiskusi, bertukar gagasan, maupun mengikuti berbagai kegiatan kreatif. Konsep tersebut juga diwujudkan melalui penyediaan area diskusi, ruang komunitas, hingga fasilitas ramah keluarga.

Manager Redaksi KPG, Christina M. Udiani(kiri) dan Community Specialist Gramedia Jalma, Pramudia Pangestu(kanan) saat ditemui.(Foto: RRI/Imma)

Community Specialist Gramedia Jalma, Pramudia Pangestu, menjelaskan konsep tersebut dibangun dengan menempatkan interaksi antara manusia, buku, dan komunitas sebagai fokus utama. Seluruh ruang di Gramedia Jalma, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk beragam aktivitas seperti diskusi buku, baca senyap, pemutaran film, hingga lokakarya.

"Gramedia Jalma itu memang membawa konsep bernarasi, karena dasarnya kata Jalma itu dari bahasa Sunda yang artinya manusia dan interaksi serta bernarasi itu adalah poin kunci dari kami. That's why di Gramedia Jalma itu penekanannya ada di book advisor dan product advisor kita, yang membedakan Gramedia Jalma dengan Gramedia pada umumnya adalah, di kita segala macam interaksi yang ada di customer itu ditekankan pada interaksi yang yang organik," katanya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap konsep Gramedia Jalma terus meningkat sejak pertama kali dibuka di Semarang. Selain mampu menarik ribuan pengunjung setiap hari, konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas, keluarga, dan masyarakat umum di Kota Semarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....