Yoga Air Jadi Tren Wellness Anak Muda yang Aman, Menyenangkan, dan Minim Cedera

  • 03 Jun 2026 10:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Yoga air semakin populer di kalangan anak muda sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat atau wellness. Selain menyenangkan karena dilakukan di dalam kolam renang, olahraga ini dinilai aman untuk persendian dan memiliki risiko cedera yang relatif rendah dibandingkan sejumlah aktivitas kebugaran lainnya.

Coach Yoga, Suyati Menik menjelaskan, yoga air merupakan latihan yoga yang dilakukan di dalam air dengan memanfaatkan daya apung sebagai media latihan. “Karena berada di air, gerakannya terasa lebih ringan, aman untuk persendian, dan risiko cederanya lebih rendah," katanya saat diwawancarai dalam program Jaga Malam PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Menik, meningkatnya minat masyarakat terhadap yoga air tidak terlepas dari sensasi latihan yang menyenangkan sekaligus manfaat kesehatan yang bisa dirasakan secara langsung. Ia mengaku mulai menekuni yoga air sejak dua tahun terakhir dan melihat jumlah peminat terus bertambah.

"Siapa yang tidak suka bermain air, selain seru, gerakannya juga lebih mudah dilakukan. Banyak peserta yang langsung merasakan manfaatnya setelah latihan," ujarnya.

Yoga air dapat diikuti oleh berbagai kalangan tanpa batasan usia maupun jenis kelamin. Meski saat ini mayoritas pesertanya perempuan, aktivitas tersebut terbuka bagi laki-laki, anak-anak, hingga lanjut usia.

Salah satu manfaat yang paling sering dirasakan peserta adalah berkurangnya ketegangan pada area punggung dan pinggang. Kondisi tersebut banyak dialami generasi muda yang sehari-hari bekerja atau belajar dalam posisi duduk selama berjam-jam.

"Anak muda sekarang banyak yang bekerja atau belajar sambil duduk dalam waktu lama. Setelah mengikuti yoga air, biasanya mereka merasa bagian punggung dan pinggang menjadi lebih nyaman karena otot-otot mengalami peregangan," katanya.

Selain membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh, yoga air juga memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi stres. Kombinasi gerakan yoga, teknik pernapasan, meditasi, dan suasana air menciptakan pengalaman latihan yang menenangkan bagi tubuh maupun pikiran.

Menik juga meluruskan anggapan bahwa peserta harus memiliki tubuh lentur atau mahir berenang sebelum mengikuti yoga air. Menurutnya, kedua hal tersebut bukan syarat utama untuk memulai latihan.

"Itu mitos, kelenturan bisa dilatih secara bertahap, gegitu juga kemampuan berenang. Dalam yoga air peserta tetap berdiri di kolam dengan kedalaman yang aman, jadi tidak harus bisa berenang," katanya.

Ia menambahkan, latihan yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu memperbaiki postur tubuh. Sejumlah peserta bahkan mengalami perubahan positif setelah mengikuti sesi yoga air secara konsisten dalam jangka waktu tertentu.

Menanggapi anggapan bahwa gaya hidup sehat selalu identik dengan biaya mahal, Menik menilai setiap orang dapat menyesuaikan pilihan olahraga dengan kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai dan menjaga konsistensi.

"Semua olahraga ada versi low budget dan high budget-nya. Yang penting adalah kemauan untuk memulai dan melakukannya secara konsisten," ujarnya.

Di akhir perbincangan, Menik mengajak generasi muda untuk lebih aktif bergerak dan tidak terlalu lama terjebak dalam aktivitas yang membuat tubuh pasif. Menurutnya, olahraga apa pun akan memberikan manfaat selama dilakukan secara rutin dan sesuai kebutuhan tubuh.

"Pesan saya sederhana, ayo bergerak. Pilih olahraga yang disukai dan lakukan secara rutin, jangan terlalu banyak diam karena tubuh kita memang diciptakan untuk bergerak," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....