Puisi Instan Marak, Penulis Diminta Tetap Utamakan Kejujuran

  • 29 Apr 2026 19:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tren puisi instan di media sosial seperti Instagram dan TikTok semakin berkembang di kalangan generasi muda. Fenomena ini menjadi bagian dari dinamika baru dalam dunia sastra, khususnya pada peringatan Hari Puisi Nasional.

Penulis Inpresta Natalia menilai bahwa kehadiran puisi instan tidak sepenuhnya berdampak negatif. Justru, hal ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi puisi.

“Nilai puisi itu bukan ditentukan oleh medianya. Akan tetapi oleh kejujuran, kedalaman, dan kekuatan bahasanya,” jelasnya, Selasa, 28 April 2026.

Namun demikian, ia mengakui bahwa puisi instan kerap memiliki kelemahan dalam eksplorasi bahasa. “Puisi instan prosesnya cepat, bahasanya kadang klise dan repetitif, dan visual sering lebih diutamakan demi viral,” katanya.

Menurutnya, fenomena ini tetap memiliki sisi positif karena membuat puisi lebih dekat dengan masyarakat. Banyak orang yang sebelumnya tidak tertarik, kini mulai mengenal dan menikmati karya sastra.

Ia menekankan pentingnya menjaga kejujuran dalam berkarya. “Tulisan itu tidak harus mencari viral. Harus nyata, personal, dan ‘gue banget’, tidak sekadar ikut tren,” katanya.

Bagi penulis pemula, Inpresta memberikan saran praktis untuk terus berlatih. “Tulis dulu, edit belakangan. Jangan takut sederhana, karena sederhana bukan berarti dangkal,” ucapnya.

Ia juga menyarankan untuk banyak membaca sebagai cara mengatasi kebuntuan ide. “Dengan membaca, kita dapat referensi dan insight baru untuk menulis,” tambahnya.

Melalui peringatan Hari Puisi Nasional, generasi muda diharapkan tetap menjaga kejujuran dalam berkarya. Selain itu, juga meneruskan semangat Chairil Anwar dalam dunia sastra Indonesia. (Aritsu)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....