Sejarah Piala Thomas & Uber

  • 27 Apr 2026 11:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang -

Piala Thomas pertama kali dicetuskan oleh Sir George Alan Thomas pada tahun 1939 sebagai turnamen beregu pria tingkat dunia. Kejuaraan perdana ini baru bisa terlaksana pada tahun 1948 hingga 1949 setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Malaya mencatatkan diri sebagai negara pertama yang menjuarai Piala Thomas setelah mengalahkan Denmark di babak final. Keberhasilan Malaya tersebut menjadi awal dominasi negara-negara Asia dalam peta kekuatan bulu tangkis dunia.

Piala Uber kemudian menyusul sebagai kompetisi beregu putri yang digagas oleh pemain legendaris Inggris, Betty Uber. Turnamen ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1956 dengan format yang serupa dengan kejuaraan pria.

Amerika Serikat tampil luar biasa dengan memenangkan tiga edisi pertama Piala Uber secara berturut-turut. Namun, dominasi tersebut mulai goyah ketika negara-negara seperti Jepang dan Indonesia mulai menunjukkan taringnya.

Indonesia mengukir sejarah emas pada tahun 1994 dan 1996 ketika berhasil mengawinkan kedua piala bergengsi tersebut secara bersamaan. Prestasi ini membuktikan bahwa Indonesia merupakan kekuatan bulu tangkis yang sangat disegani oleh negara manapun.

Tiongkok saat ini memegang rekor sebagai negara dengan koleksi gelar juara terbanyak, baik di kategori pria maupun wanita. Mereka secara konsisten melahirkan regenerasi pemain hebat yang sulit ditaklukkan di atas lapangan hijau.

Hingga saat ini, Thomas dan Uber Cup tetap menjadi turnamen beregu paling bergengsi yang dinantikan oleh jutaan penggemar. Kompetisi ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan panggung kehormatan dan harga diri bagi bangsa-bangsa di dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....