Pencahayaan yang Tepat untuk Anggrek

  • 29 Mar 2026 11:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Anggrek bukanlah tanaman yang menyukai kegelapan total, namun mereka juga bukan penggemar terik matahari yang menyengat. Secara umum, sebagian besar jenis anggrek membutuhkan 10 hingga 15 jam cahaya setiap harinya.

Keseimbangan ini sangat krusial agar tanaman memiliki energi yang cukup untuk proses fotosintesis tanpa membuat daunnya hangus. Penting bagi para pehobi untuk memahami perbedaan antara cahaya "terang" dan cahaya "langsung".

Anggrek seperti Phalaenopsis lebih menyukai cahaya terang yang tersaring, misalnya di balik tirai tipis. Jika meletakkannya langsung di bawah sinar matahari tengah hari tanpa pelindung, daunnya akan cepat menguning atau bahkan muncul bercak hitam permanen akibat terbakar matahari.

Sebaliknya, jenis Vanda atau Cymbidium justru membutuhkan intensitas cahaya yang lebih tinggi untuk dapat memicu munculnya bunga. Cara termudah untuk mengetahui apakah anggrek sudah cukup "berjemur" adalah dengan memperhatikan warna daunnya.

Daun yang sehat biasanya berwarna hijau terang seperti apel apabila berwarna hijau sangat gelap, itu pertanda tanaman kekurangan cahaya dan mungkin tidak akan pernah berbunga. Jika daun mulai berwarna kemerahan atau kuning pucat, itu adalah sinyal darurat bahwa tanaman mendapatkan terlalu banyak radiasi matahari.

Konsistensi adalah kunci dalam perawatan anggrek jangka panjang, jangan sering memindah-mindahkan posisi tanaman secara drastis dalam waktu singkat. Dengan durasi jemur yang pas dan pemantauan rutin terhadap kondisi fisik daun, anggrek akan bertahan hidup dan berbunga cantik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....