Karakteristik Media Tanam Bunga Anggrek

  • 29 Mar 2026 09:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Memilih media tanam untuk anggrek seringkali menjadi dilema bagi pemula. Berbeda dengan tanaman hias pada umumnya yang menggunakan tanah, anggrek adalah tanaman epifit yang membutuhkan sirkulasi udara maksimal pada akarnya.

Setidaknya ada tiga media yang digunakan sebagai media untuk menanam anggrek yaitu arang, kayu dan juga moss yang memiliki karakter masing-masing. Berikut kelebihan dan kekurangan media tanam anggrek yang sering digunakan.

Arang Kayu, merupakan media sangat populer karena sifatnya yang steril dan tidak mudah lapuk. Memiliki drainase yang sangat baik, sehingga risiko akar busuk sangat minim.

Namun, arang hampir tidak mengandung unsur hara dan tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama. Untuk itu kita perlu lebih rajin menyiram dan memberikan pupuk cair secara rutin.

Potongan Kayu atau Pakis (biasanya kayu pinus atau pakis) memberikan kesan alami dan mampu mengikat akar dengan sangat kuat. Media ini memiliki kemampuan menyimpan air yang lebih baik daripada arang, namun tetap memberikan ruang bagi akar untuk bernapas.

Namun seiring berjalannya waktu kayu akan melapuk dan bisa menjadi sarang bagi semut atau hama jika tidak diperhatikan kebersihannya. Perawatan ekstra diperlukan jika kita ingin menggunakan kayu untuk media tanam anggrek kesayangan kita.

Jika tinggal di daerah yang panas atau tidak punya banyak waktu untuk menyiram, moss adalah juaranya. Media ini mampu menyerap dan menyimpan air hingga berkali-kali lipat dari berat aslinya.

Akan tetapi, penggunaan moss harus sangat hati-hati. Jika terlalu padat atau terlalu sering disiram, media ini akan menjadi sangat becek dan memicu serangan jamur pada akar anggrek.

Pemilihan media sebaiknya disesuaikan dengan jenis anggrek dan lokasi tempat tinggal. Untuk anggrek Dendrobium yang menyukai lingkungan agak kering, arang adalah pilihan aman.

Sementara untuk Phalaenopsis (Anggrek Bulan), kombinasi kayu dan sedikit moss biasanya memberikan hasil yang paling optimal. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan antara kelembapan (moisture) dan aliran udara (aerasi) agar akar tetap hijau dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....