Noise Music Jadi Ruang Eksplorasi Anak Muda
- 28 Mar 2026 22:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Noise music menjadi salah satu bentuk musik eksperimental yang memberi ruang bebas bagi kreativitas anak muda. Konsep ini memungkinkan berbagai sumber bunyi diolah menjadi karya musikal yang unik.
Berbeda dengan musik konvensional, noise music tidak memiliki batasan instrumen tertentu. Segala media yang menghasilkan suara dapat digunakan untuk menciptakan komposisi audio.
AV Researcher sekaligus dosen Telkom University Purwokerto, Aditya Tama Isdiarto, menjelaskan konsep noise music sebagai eksplorasi bunyi. “Segala media yang menghasilkan bunyi bisa dipertunjukkan sebagai musik,” ujarnya.
Ia menilai noise music masih menjadi perdebatan apakah termasuk musik atau bukan. Namun selama ada pertunjukan dan publikasi, karya tersebut tetap masuk dalam ranah musik.
Menurutnya, daya tarik noise music terletak pada kebebasan bereksperimen tanpa batas. Seniman dapat menggunakan objek sehari-hari seperti kipas angin atau kursi sebagai sumber suara.
Aditya mengaku fokus pada soundscaping dengan memanfaatkan suara alam sebagai bahan utama. Ia sering merekam suara air terjun lalu mengolahnya dengan efek audio.
Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Senin, 16 Maret 2026 sore. Diskusi tersebut mengangkat eksplorasi noise music dan eksperimen audio visual. 
Ia menjelaskan audio visual merupakan pertunjukan yang menggabungkan suara dan visual secara bersamaan. Visual akan bereaksi mengikuti audio yang dihasilkan secara langsung.
“Audio dan visual itu saling bersautan dalam satu pertunjukan,” katanya. Konsep ini menciptakan pengalaman imersif bagi penonton.
Dalam praktiknya, seniman dapat menggunakan berbagai perangkat seperti synthesizer hingga komputer. Bahkan beberapa seniman memanfaatkan live coding untuk menciptakan pertunjukan audio visual.
Aditya menyebut tantangan terbesar ada pada aspek teknis saat pertunjukan berlangsung. Performer harus memiliki rencana cadangan jika perangkat mengalami kendala.
Ia juga berbagi pengalaman tampil di Jakarta dengan membawa instrumen rakitan sendiri. Pendekatan tersebut justru menarik perhatian penonton karena berbeda dari kebanyakan performer.
“Semua device yang saya gunakan itu dibuat sendiri dan menggunakan baterai,” ujarnya. Hal ini menjadi nilai unik dalam setiap pertunjukan yang ia tampilkan.
Aditya mengajak generasi muda tidak ragu mengeksplorasi dunia musik eksperimental. Ia menekankan pentingnya belajar, mencari referensi, dan aktif mengikuti komunitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....