Cari Musisi Berkelas, Christopherus Music School Gelar Kompetisi Band dan Bass

  • 19 Mar 2026 17:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang-Di tengah maraknya musisi instan yang cepat dikenal namun mudah dilupakan, Christopherus Music School Semarang menghadirkan ruang kompetisi yang menitikberatkan pada kualitas, arah bermusik, dan pembentukan karakter. Melalui lomba band dan lomba bass yang akan digelar pada 18-19 April 2026 di Uptown Mall BSB City, Semarang, ajang ini diharapkan menjadi wadah lahirnya musisi yang tidak hanya piawai, tetapi juga berkelas.

Kegiatan yang berada di bawah naungan Yayasan Christopherus Music School ini terbuka untuk umum tanpa batasan usia. Pendiri yayasan, Andreas Christanday, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut dirancang untuk mencari talenta yang memiliki standar tinggi, bahkan mengacu pada kualitas musisi dunia.

Ia mencontohkan band legendaris seperti Deep Purple sebagai tolok ukur kemampuan teknis dan musikalitas. Menurutnya, kemampuan bermain musik harus diimbangi dengan arah yang jelas serta pesan positif yang dapat disampaikan kepada pendengar.

“Tidak cukup hanya mahir secara teknis. Musik juga harus membawa nilai, baik melalui lirik maupun dampaknya bagi audiens,” ujar Andreas melalui siaran pers, Kamis, 19 Maret 2026.

Selain lomba band, kompetisi bass menjadi daya tarik tersendiri. Instrumen yang kerap berada di balik layar ini justru diangkat sebagai fokus utama untuk menemukan pemain-pemain berbakat yang selama ini kurang terekspos.

Ketua panitia, Steve Handoyo, menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat secara positif. Ia menyebut, wadah bagi musisi muda untuk berkembang secara terarah masih terbatas.

“Melalui ajang ini, peserta tidak hanya tampil, tetapi juga mendapatkan apresiasi dan arahan yang jelas dalam bermusik,” katanya. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, diawali dengan tahap daring sebelum memasuki babak final. Dari target 30 hingga 50 peserta, hanya 15 terbaik yang akan tampil di panggung utama.

Penilaian meliputi aspek teknik bermain, aransemen, kekompakan, serta ekspresi musikal. Kompetisi ini juga melibatkan dewan juri berpengalaman, yakni Gilang NR, Berry Likumahua, Amos Cahyadi, serta Steve Handoyo sendiri. Para peserta diwajibkan membawakan lima lagu pilihan, antara lain karya Diskoria, Sheila Majid, Sheila on 7, Kotak, dan God Bless.

Selain perlombaan, acara turut dimeriahkan dengan penampilan siswa terbaik, lomba line dance, tenant UMKM, hingga sesi karaoke interaktif. Panitia juga menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang. Tidak hanya berfokus pada musik, Yayasan Christopherus juga mulai mengembangkan karya di bidang perfilman sebagai bagian dari pendekatan kreatif yang lebih luas.

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat penyampaian nilai-nilai positif melalui berbagai media. Melalui kegiatan ini, panitia berharap dapat menghidupkan kembali ekosistem seni di Semarang sekaligus menepis anggapan bahwa kota tersebut minim ruang bagi perkembangan kreativitas.

Ajang ini menjadi penegasan bahwa industri musik tidak hanya membutuhkan popularitas sesaat. Akan tetapi juga konsistensi, kualitas, dan arah yang jelas bagi para pelakunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....