Memahami Arti Gerak Ekor pada Anjing dan Kucing

  • 08 Des 2025 16:32 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Gerak ekor anjing dan kucing sering dianggap mirip, padahal maknanya bisa sangat berbeda. Kesalahan baca sinyal tubuh ini kadang bikin pemilik salah paham dengan mood hewannya sendiri.

Pada anjing, ekor yang bergoyang lebar biasanya menandakan antusias, senang, atau ingin berinteraksi. Tapi kalau goyangannya kaku, tinggi, atau terlalu cepat, itu bisa berarti si anjing sedang waspada atau tegang.

Jika ekor anjing berada di antara kedua kaki, itu biasanya sinyal takut atau merasa terancam. Ketika ekornya diangkat tinggi dan diam, anjing sedang menunjukkan dominasi atau mencoba mengukur situasi.

Pada kucing, logikanya justru berkebalikan. Ekor berdiri dengan ujung sedikit melengkung menandakan kucing nyaman dan bersahabat, sedangkan ekor mengembang atau mengibas cepat menunjukkan ia marah atau ingin menyerang.

Jika ekornya bergerak pelan ke kiri-kanan, kucing sedang menilai lingkungan dan belum sepenuhnya yakin. Ekor yang ditekuk di bawah tubuh biasanya menandakan ia merasa terancam atau ingin menyendiri.

Perbedaan biologis membuat sinyal ekor kedua hewan ini tak bisa disamakan. Anjing berekspresi dengan gerak tubuh yang lebih terbuka, sedangkan kucing memakai ekornya untuk komunikasi yang lebih halus dan penuh konteks.

Karena itu, membaca ekor hewan peliharaan harus dilihat bersama gerakan telinga, posisi tubuh, dan situasi sekitar. Pemahaman yang tepat membantu pemilik merespons dengan benar tanpa membuat hewan makin stres.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....