Pesan Moral dalam Lirik Gendhing Gugur Gunung
- 02 Agt 2024 11:02 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Nilai budaya yang sarat dengan muatan pesan tentang keserasian hidup bersama telah menjadi filosofi dasar bagi masyarakat Jawa. Pesan luhur sering disampaikan dalam sebuah karya seni seperti dalam lagu Jawa.
Gendhing Jawa bergenre karawitan dolanan bertajuk Gugur Gunung memberi edukasi penting tentang bagaimana menjalankan kehidupan bermasyarakat. Manusia bukan makhluk individu, oleh karenanya selalu terikat oleh suatu tatanan yang berlaku pada kelompok masyarakat.
Dari teks vokal menunjukkan betapa pengarang gendhing gugur gunung memiliki kecintaan yang besar terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara. Ajakan untuk melakukan hal yang bermanfaat dengan cara mengerjakan tugas dan membuat karya sesuai keahliannya.
Kehidupan masyarakat terorganisasi secara rapi, dalam masyarakat jawa tercermin dalam nilai-nilai budaya hormat dan rukun. Konsep keseimbangan tercermin dalam tradisi gotong royong untuk kepentingan individu, kelompok maupun berbangsa dan bernegara.
Gotong-royong merupakan wujud dari kerukunan hidup bermasyarakat yang terjauhkan dari konflik didalamnya. Lirik gendhing Gugur Gunung yang dalam bahasa Indonesia berarti Gotong royong, disampaikan dalam Bahasa Jawa :
Ayo kanca ayo kanca ngayahi karyane praja (Marilah kawan mengerjakan tugas negara)
Kene-kene-kene-kene gugur gunung tandang gawe (Kemarilah bahu-membahu untuk bekerja)
Sayuk-sayuk rukun bebarengan ro kancane (Menyatu, rukun bersama-sama dengan kawan)
Lila lan legawa kanggo mulya ning Negara (Bekerja dengan ikhlas untuk kejayaan negara)
Siji loro telu papat maju papat-papat (Satu dua tiga empat maju empat-empat)
Diulang-ulungake mesthi enggal rampunge (Dilakukan secara estafet agar pekerjaan segera terselesaikan)
Holobis kontul baris holobis kontul baris (aba-aba sebagai motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan secara gotong royong)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....