Burung Kasuari Selatan yang Terancam Punah
- 22 Jun 2024 12:21 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Kasuari Selatan merupakan burung yang saat ini sedang menjadi perbincangan karena statusnya terancam punah. Bobot hingga 75 kilogram dan tinggi mencapai 1,5 meter membuat Kasuari menjadi salah satu burung besar di dunia.
Tubuh burung besar ini diselimuti dengan bulu hitam yang berkilau, serta cakar yang panjangnya mencapai 10 cm. Tajamnya cakar yang seperti pedang adalah senjata utama burung Kasuari Selatan.
Ciri fisik lainnya adalah leher Kasuari memiliki warna biru dan terdapat dua gelambir berwarna merah di bawahnya. Kepala yang berwarna coklat dan memiliki helm keras yang berasal dari keratin dari tubuh Kasuari.
Kasuari masuk dalam kelompok burung ratite, yaitu burung yang tidak bisa terbang dan memiliki tulang dada datar. Nama Kasuari berasal dari Bahasa Papua, “Kasu” yang berarti bertanduk dan “Weri” yang memiliki arti kepala.
Sifat terirotial dan mudah untuk terprovokasi, serta memiliki tendangan kaki yang dilengkapi dengan cakar tajam membuat Kasuari diberi julukan burung berbahaya. Kekuatan pada kaki yang besar dan senjata berupa cakar yang panjang bisa dengan mudah merobek kulit dan daging.
Meskipun dianggap sebagai burung paling berbahaya, namun ancaman kepunahan sedang terjadi bagi Kasuari Selatan. Berkurangnya wilayah hutan hujan tropis karena maraknya pembukaan lahan pertanian, perkebunan serta pemukiman membuat habitat aslinya terancam.
Pembangunan jalan raya yang berkembang dan melintas di habitat Kasuari membuat resiko kematian meningkat karena kecelakaan lalu lintas. Serangan terhadap anak-anak Kasuari dari anjing liar menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup burung besar ini.
Peningkatan suhu dan berubahnya pola curah hujan membuat ketersediaan makanan dan air bagi Kasuari terganggu. Cuaca yang ekstrem, banjir dan kekeringan mampu menyebabkan kematian langsung bagi burung yang menjadi Ikon Provinsi Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....