Saman, Tarian Penyebar Dakwah dari Tanah Gayo
- 22 Mei 2024 10:28 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Tari Saman merupakan tarian yang sangat popular di Tanah Air. Kekompakan dan semangat yang ditampilkan oleh para penarinya mampu memukau siapa saja yang melihatnya.
Menurut situs Kemendikbud, Tari Saman awalnya dikembangkan oleh seorang tokoh Islam yang bernama Syeh Saman. Selain sebagai penyiar agama Syeh Saman juga seorang seniman sehingga namanya kemudian didedikasikan sebagai nama tarian Saman.
Dalam perkembangan selanjutnya kesenian ini digunakan sebagai media dakwah untuk pengembangan agama Islam. Kini masih kita rasakan dalam syair-syairnya, terutama dalam langkah-langkah awal selalu dimulai dengan salam.
Tarian ini tumbuh dan berkembang pada masyarakat Gayo di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur (Kecamatan Serbejadi), Kabupaten Aceh Tamiang. Saman merupakan permainan tradisi yang biasa dilakukan oleh laki laki yang umumnya usia muda untuk mengisi waktu luangnya.
Permainan Soman menjadi sebuah seni pertunjukan yang sering dipentaskan sebagai media silaturahmi, menjalin persahabatan, penyampaian pesan-pesan moral, pantun muda-mudi, penggambaran alam dan lingkungan sekitar, dan sebagainya.
Dalam perkembangan selanjutnya, Saman dijadikan sebagai kesenian yang diikutsertakan dalam festival Pekan Kebudayaan Aceh (PKA ke-2) tahun 1972 di Banda Aceh. Pada waktu itu saman menjadi salah satu tari favorit sehingga digelari "tari tangan seribu" oleh ibu Tien Suharto.
Sejak saat itu tari Saman mulai dikenal luas dan diundang dalam pembukaan Taman Mini Indonesia lndah pada tahun 1974. Kemudian Saman diundang ke berbagai acara tngkat nasional hingga misi kesenian ke luar negeri
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....