Tari Sintren, Kesenian Mistis Pantura Barat

  • 16 Mei 2024 15:16 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Tari Sintren merupakan tarian tradisional, yang berasal dari berbagai daerah di wilayah pantura barat. Tarian ini bisa kita jumpai di Tegal, Pemalang, Brebes, Cirebon, hingga Majalengka, dan tidak bisa dipisahkan dari kesan mistis.

Kesenian ini dimainkan oleh seorang gadis remaja yang menari dalam keadaan kesurupan. Masyarakat percaya bahwa penari dirasuki oleh bidadari yang sengaja dipanggil oleh pemimpin tarian.

Awalnya gadis tersebut diikat dan dimasukkan kedalam kurungan bulat yang sudah rapat ditutupi kain. Didalam kurungan tersebut sudah disediakan perlengkapan tarian seperti kostum, kacamata hitam, serta alat rias.

Setelah itu, pemimpin kesenian mulai melakukan prosesi seperti membaca doa hingga membakar kemeyan maupun dupa. Jika kurungan bergetar, kemudian dibuka dan penari keluar dengan keadaan rapi memakai kostum beserta riasan lengkap.

Kemudian penari memulai gerakan tari secara tidak sadar, mengikuti alunan musik dan dendangan syair oleh pengiring. Musik yang mengiri tarian ini terdiri dari beberapa alat musik gamelan seperti ketuk, kempyang, kecrek, kendhang, kempul, serta gong.

Penari Sintren akan jatuh pingsan, jika terkena lemparan uang dari penonton. Lalu pemimpin akan mengucapkan mantra, mengasapi kedua tangan penari dengan kemenyan, dan mengusapkan ke wajah penari sehingga sintren dapat melanjutkan menari.

Jika ingin menonton tarian ini, anda bisa mengunjungi Desa Semedo di Kabupaten Tegal. Pertunjukan sering kali diadakan di desa tersebut.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....