Sebab Tidak Ingin Tertandingi, maka Gurunya pun Dibunuhnya
- 02 Okt 2026 10:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Salah satu sifat angkara Rahwana, ia tidak ingin kesaktiannya ditandingi siapapun, termasuk gurunya sendiri. Dengan berbagai cara, ia mengadu domba Resi Subali (gurunya) dengan adiknya, Prabu Sugriwa yang menjadi raja di Guwakiskenda.
Karena tipu muslihatnya kakak beradik itu saling berperang, Resi Subali akhirnya gugur setelah Sugriwa mendapat bantuan Ramawijaya. Suatu saat, Prabu Dasamuka berjumpa dengan Dewi Widawati, titisan Dewi Sri dan membuatnya mabuk kepayang tetapi ditolaknya.
Karena Dasamuka terus memaksa, Dewi Widowati memilih untuk bunuh diri dan membuat Dasamuka marah dan kecewa. Ia pun bersumpah akan tetap berusaha mengawini titisan Dewi Sri berikutnya.
Dari seorang brahmana sakti yang berhasil dikalahkannya, Rahwana mendapat keterangan bahwa Dewi Sri akan menitis lagi sebanyak empat kali. Pertama ia akan menitis pada Dewi Citrawati, permaisuri Arjunasasrabahu, kemudian Dewi Sukasalya, isteri Prabu Dasarata.
Ttitisan ketiga dialah Dewi Sinta, isteri Ramawijaya dan yang terakhir pada wara Subadra, istri Arjuna. Namun tidak satupun dari keempat putri titisan Dewi Sri itu yang berhasil didapatkannya.
Dalam seri wayang Ramayana sebuah kisah menarik tentang cerita asmara Prabu Rahwana yang memburu titisan Dewi Sri. Ketika ia mengetahui bahwa raja Ayodya, Prabu Banaputra mempunyai seorang puteri cantik bernama Dewi Sukasalya, segera Rahwana melamarnya.
Namun Dasamuka terlambat, Dewi Sukasalya telah lebih dahulu dilarikan Begawan Rawatmaja atas permintaan Prabu Banaputra. Akibatnya, Rahwana marah besar dan Prabu Banaputra dibunuhnya, Istana Ayodya pun diporakporandakan dan dikejarlah Begawan Rawatmaja serta Sukasalya.
Setelah Rahwana berhasil menyusul mereka, Begawan Rawatmaja berusaha melawan untuk melindungi sang Dewi. Karena kesaktiannya tidak dapat mengimbangi Prabu Dasamuka, pertapa itu akhirnya gugur.
Namun selama perang tanding itu berlangsung, Dewi Sukasalya berhasil malarikan diri dan bertemu dengan Begawan Dasarata seorang pertapa sakti. Setelah sang dewi meminta perlindungan Begawan Dasarata lalu sesaat kemudian Rahwana berhasil menyusulnya.
Saat genting itu datanglah Batara Guru yang meminta Dewi Sukasalya untuk menyerahkan kembang di sanggul rambutnya. Kembang dicipta menjadi seorang puteri yang serupa dengan Dewi Sukasalya.
Puteri jadi-jadian itu akhirnya dibawa pulang oleh Dasamuka ke Alengka dengan perasaan puas. Sesampainya di Alengka, Prabu Dasamuka mulai merayu Dewi Sukasalya palsu itu, namun yang dirayunya diam seribu bahasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....