Proses Rekaman Jadi Pengalaman Baru Lusant di Dunia Musik

  • 20 Sep 2026 13:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Memasuki dapur rekaman menjadi pengalaman baru bagi Lusant, yang sebelumnya menekuni tarik suara sebagai hobi. Bekerja bersama arranger dan pencipta lagu, membuatnya mendapat banyak pembelajaran selama proses produksi single perdananya.

Lusant mengatakan jika menjalani proses rekaman, menurutnya jadi salah satu hal yang menarik untuknya. Bekerjasama dengan sejumlah nama yang memiliki pengalaman di dunia musik, membantunya dalam proses tersebut sekaligus menjadi pembelajaran baginya.

“Tapi kebetulan ya si arranger, composer, sama si yang bikin lagunya bener-bener ngementorin sayanya luar biasa dan dapet banyak banget dari mereka. Saya tertariknya tuh karena saya bisa jujur menceritakan cerita saya, jujur juga sama pendengar semua mengenai emosinya,” ujarnya dalam program Music Live Chat Weekend PRO 2 RRI Semarang, Sabtu, 12 September 2026.

Proses rekaman baginya memang cukup menantang juga, terutama karena ia juga memulai dunia tarik suara dari sekadar hobi. Sehingga ketika masuk ke dapur rekaman, ia jadi mengetahui banyak hal hingga ia merasa sangat diluar ekspektasinya.

“Cuma bisa bilang wow aja sih pertamanya, saya sendiri juga ‘wow, ini karya pertama gua makasih banget bisa berkarya sejauh ini’. Melebihi ekspektasi sih, dan gue nggak nyangka bakalan kayak gini dan membuat gue merinding,” kata Lusant.

Lusant sendiri sangat berterimakasih bisa bekerjasama dengan orang-orang yang membantunya, karena menurutnya ini kesempatan yang luar biasa. Menariknya, saat orang-orang di sekitarnya mengetahui single perdananya, banyak yang kaget dan takjub meskipun tetap memberikan respon yang cukup positif.

“Banyak yang bilang ‘ini lu?’ ya ini gue lah, kaget sih banyak orang yang ‘wow’. Jadi ibaratnya dulu lebih ke hobi aja, makanya mungkin dari awal grup yang nyanyi ‘Cerita Kita’ itu ada kesempatan masuk ke dapur rekaman dan ‘kayaknya lo bisa nyanyi deh," ucapnya.

Lewat single “Tak Pernah Jadi Rumah”, Lusant mencoba menjadikannya refleksi terhadap dirinya sendiri. Sembari menyelipkan pesan untuk melewati luka dengan ikhlas pada pendengarnya, Lusant mengatakan jika rasa luka bisa dijadikan suatu kekuatan bagi seseorang.

“Jadi dalam cerita si lagu ini, benar-benar jadi refleksi untuk diri saya sendiri. Ternyata cerita luka ini bisa kita lewati dengan ikhlasnya kita, karena kita tetap sayang sama orang yang benar-benar kita sayangi dan belajar lebih jauh untuk tulus dan ikhlas,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....