Dibalik Persona "Ibu Pejabat", Gaya Nyentrik Tania Callista yang Jadi Identitas
- 27 Agt 2026 07:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dibalik persona “Ibu Pejabat”, Tania Callista merupakan seorang mahasiswi yang gemar mengeksplorasi gaya berpakaian. Ia dikenal melalui konten media sosial yang menampilkan gaya formal, batik, kebaya, kain, hingga selendang.
Persona “Ibu Pejabat” muncul setelah orang-orang sering mengomentari gaya berpakaian Tania yang terlihat formal. Komentar tersebut justru menjadi inspirasi bagi Tania untuk membuat persona yang kemudian dikenal melalui konten media sosialnya.
“Sebenarnya aku cuma sekadar pengen pakai kebaya-kebaya jadi Ibu Pejabat. Padahal emang keseluruhan aku pakenya gini terus,” ujar Tania, Senin, 24 Agustus 2026.
Bagi Tania, gaya tersebut tidak sekadar kebutuhan untuk membuat konten. Akan tetapi, memang menjadi bagian dari kesehariannya.
Ia mengaku kerap mendapat komentar bahwa penampilannya terlihat seperti orang tua karena menggunakan batik dan selendang. Namun, komentar tersebut tidak membuat Tania meninggalkan gaya yang sudah menjadi kesukaannya.
Menurutnya, keberanian menjadi diri sendiri justru dapat membuat seseorang menemukan ciri khas yang membedakannya dari orang lain. Tania juga menjadikan selendang sebagai salah satu elemen utama dalam penampilannya karena mudah dipadukan dengan berbagai outfit.
Selendang bermotif dapat digunakan ketika pakaian terlihat sederhana, sedangkan selendang polos cocok dipadukan dengan outfit bermotif. Ia juga percaya batik tidak seharusnya hanya digunakan untuk menghadiri acara resmi atau kegiatan tertentu.
Batik dapat menjadi bagian dari gaya sehari-hari selama pemilihan motif, warna, dan padu padannya disesuaikan. Melalui persona “Ibu Pejabat”, Tania juga menemukan cara untuk memperkenalkan kain tradisional kepada generasi muda.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang untuk mengenalkan budaya melalui pendekatan yang lebih ringan dan menghibur. Konten-konten Tania bahkan mendapat respons dari sejumlah orang yang mengaku terinspirasi menggunakan batik.
“Aku cuma ngejalanin aja apa yang aku suka. Ternyata orang-orang juga senang dengan konten asli aku,” katanya.
Bagi Tania, respons tersebut menjadi bukti bahwa menjadi diri sendiri dapat menjadi kekuatan dalam membangun personal branding. Ia berharap anak muda tidak takut menunjukkan gaya dan ciri khas masing-masing hanya karena khawatir mendapat penilaian orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....