Media Sosial Perluas Segmen Musik Dangdut di Kalangan Anak Muda

  • 17 Jul 2026 19:12 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Platform media sosial seperti TikTok telah mengubah cara masyarakat Indonesia menikmati musik dangdut dengan memperluas jangkauan ke generasi muda.
  • Kehadiran dangdut di platform digital mendorong lahirnya penyanyi dan kreator muda yang membuat genre musik tersebut semakin diminati.
  • Transisi dari distribusi tradisional (televisi dan radio) ke platform digital memudahkan akses lagu-lagu dangdut bagi masyarakat luas.

RRI.CO.ID, Semarang – Kehadiran media sosial dinilai membawa dampak positif terhadap perkembangan musik dangdut di Indonesia. Platform digital seperti TikTok tidak hanya memperluas jangkauan penikmat dangdut, tetapi juga mendorong lahirnya penyanyi dan kreator muda yang membuat genre musik tersebut semakin diminati generasi muda.

Dosen Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Semarang (Unnes), Hafid Zuhdan Bahtiar mengatakan, perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menikmati musik. Jika dahulu dangdut lebih banyak dikenal melalui televisi dan radio, kini lagu-lagu dangdut dapat diakses dengan mudah melalui berbagai platform digital.

Menurut Hafid, media sosial menjadi ruang bagi musisi muda untuk menghadirkan aransemen dangdut yang lebih segar melalui kolaborasi dengan berbagai genre musik. Kondisi tersebut membuat dangdut semakin dekat dengan anak muda tanpa kehilangan daya tariknya sebagai musik populer.

"Banyak sekali penyanyi muda yang muncul dari media sosial, terutama TikTok. Mereka menghadirkan musik dangdut yang dikolaborasikan dengan EDM maupun hip-hop, sehingga justru memperkuat keterhubungan dangdut dengan masyarakat," ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa RRI Semarang, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menilai, perkembangan platform digital membuat segmen penikmat dangdut semakin luas. Masyarakat kini tidak lagi bergantung pada media konvensional untuk menikmati lagu dangdut karena berbagai karya baru dapat diakses kapan saja melalui media sosial.

"Kalau zaman dulu kita menikmati dangdut lewat televisi atau radio. Sekarang dengan adanya media sosial, segmen musik dangdut semakin luas, terutama di kalangan anak muda," kata Hafid.

Lebih lanjut, Hafid melihat media sosial turut mendorong tumbuhnya minat generasi muda untuk mempelajari musik dangdut. "Kalau saya menyoroti, anak muda sekarang banyak yang mulai belajar dangdut karena mengenalnya dari media sosial," ucapnya.

Fenomena tersebut, menurut Hafid, juga terlihat dari semakin banyaknya generasi muda yang membuat lagu cover maupun aransemen dangdut dengan sentuhan genre lain seperti pop, hip-hop, dan EDM. Inovasi itu dinilai menjadi bentuk regenerasi yang positif karena mampu menghadirkan dangdut dalam kemasan yang lebih relevan bagi generasi saat ini.

Meski demikian, Hafid mengingatkan agar proses inovasi tidak menghilangkan karakter utama musik dangdut. Ia menilai kolaborasi lintas genre memang penting untuk memperluas pasar, namun identitas dangdut sebagai musik khas Indonesia tetap harus dipertahankan.

"Anak muda sekarang tidak kehabisan ide membuat aransemen dangdut dengan berbagai genre. Ini fenomena yang baik, tetapi identitas dangdut harus tetap dijaga," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....