Tangis Haru Warnai Nobar Film 'Jangan Buang Ibu' Bersama Wali Kota Semarang

  • 04 Jun 2026 19:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tangis haru mewarnai acara nonton bareng film Jangan Buang Ibu di Studio XXI Paragon Semarang, Rabu, 3 Juni 2026. Film yang mengangkat kisah perjuangan seorang ibu tersebut menyentuh perasaan para penonton, termasuk Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menjelang penayangan nasional pada 25 Juni 2026, film karya sutradara Hadrah Daeng Ratu itu menjadi ruang refleksi tentang pentingnya menghargai kasih sayang orang tua. Khususnya ibu, yang selama ini menjadi fondasi keluarga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan film tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sosok ibu di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan modern. Menurutnya, kasih sayang orang tua sering kali baru disadari ketika kesempatan untuk membalasnya semakin terbatas.

"bu tidak pernah berhenti mencintai, mendoakan, dan menunggu anak-anaknya pulang. Film ini mengingatkan kita untuk tidak terlambat menunjukkan kasih sayang kepada orang tua," ujar Agustina.

Film Jangan Buang Ibu mengisahkan perjuangan Ristiana, seorang ibu tunggal yang mengorbankan hidupnya demi membesarkan tiga anak. Namun, setelah anak-anaknya berhasil meraih kesuksesan, kesibukan dan ego perlahan menjauhkan mereka dari sosok ibu yang selama ini menjadi sandaran keluarga.

Menurut Agustina, kisah tersebut merupakan gambaran realitas yang masih banyak terjadi di masyarakat. Tidak sedikit orang tua yang sebenarnya lebih merindukan perhatian dan kehadiran anak-anaknya dibandingkan bantuan materi.

"Di zaman ketika kita bisa menghubungi siapa pun dalam hitungan detik, justru jangan sampai kita kehilangan kedekatan dengan orang-orang yang paling kita cintai. Kehadiran dan perhatian sering kali menjadi hadiah terbesar bagi orang tua," katanya.

Selain mengapresiasi pesan moral film tersebut, Agustina juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mendukung perkembangan industri kreatif dan perfilman. Menurutnya, film memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan.

"Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik. Akan tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi," ucapnya.

Pemeran film, Reval Hady, berharap karya tersebut tidak hanya menjadi hiburan semata. Akan tetapi, juga mampu menyampaikan pesan mendalam mengenai pengorbanan seorang ibu kepada para penonton.

"Film ini adalah pengingat tentang perjuangan ibu yang sering kita lupakan. Semoga pesan yang dibawa bisa sampai ke hati setiap orang yang menontonnya," ungkap Reval.

Acara nobar tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas sosial, serta para pemain film. Selain menjadi ajang promosi film, kegiatan itu juga menunjukkan semakin terbukanya Kota Semarang terhadap perkembangan industri kreatif dan perfilman nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....